Bawaslu Gelar Rakor Pengawasan Pemilu Partisipatif Bersama Stakeholder Pilkada Belu
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Bawaslu Kabupaten Belu menggelar rapat koordinasi pengawasan Pemilu partisipatif bersama Stakeholder Pilkada Belu di Atambua, Jumat (27/11/2020).
Ketua Bawaslu Belu, Andre Parera mengatakan, sejauh ini tahapan kampanye pelanggaran protokol Covid-19 tidak banyak. Namun kedua paslon dan masyarakat pendukung akan tetap diingatkan supaya protokol kesehatan wajib diperhatikan apalagi Belu mengalami lonjakan kasus Covid-19.
Dijelaskan, ini rawan karena berdasarkan UU Nomor 6 maupun Perpu, pilkada hanya bisa dibatalkan kalau ada lonjakan kasus Covid-19. Jadi jangan sampai tidak patuhi protokol kesehatan dari kedua paslon dan masyarakat lalu terjadi lonjakan kasus covid-19 maka Pilkada Belu bisa terancam batal.
“Sehingga ini perlu antisipasi supaya jangan terjadi,” tandas dia.
Lanjut Parera, tahapan pilkada Belu selama masa kampanye, hasil pantauan Bawaslu di lapangan ditemukan bahwa masyarakat yang berada dalam tenda sesuai aturan yakni hanya 50 orang. Tetapi yang berada di luar tenda ratusan orang dan lepas kontrol.
“Sehingga Bawaslu perlu koordinasi dengan Polres Belu lagi. Supaya pengaturan yang jelas bagi masyarakat yang berada di luar tenda seperti apa,” ujar Parera.
Dikatakan, Bawalu tidak ingin membatasi hak politik masyarakat, dan kedua paslon juga sedang mencari dukungan masa. Tetapi Bawaslu berharap supaya semua pihak saling menghormati sehingga pilkada Belu dapat berjalan sukses baik kesehatan maupun pemilu.
Kesempatan itu, Dandim 1605 Belu Letkol Inf Wiji Untoro berharap Pilkada atau Pesta demokrasi Belu harus tetap berjalan aman dan lancar.
“Pandangan boleh berbeda tapi kita satu, jangan karena persaingan kita bentrok. Jangan sampai masing-masing paslon atau pendukung bentrok, janganlah itu terjadi apalagi sampai jatuh korban,” pesan dia.
Dikatakan, persaingan pastinya ada, tetapi tetap menjaga persaudaraan di antara masyarakat. Jangan sampai karena perbedaan politik lalu masyarakat menjadi bermusuhan, itu tidak boleh terjadi. Semua harus berpikir logis dalam pilkada ini.
Siapapun yang terpilih itu pimpinan belu yang telah dipilih warga. Itulah putra terbaik Belu. Dampak bagi masyarakat apa, tetap biasa saja dan pastinya harus bekerja keras untuk menghidupi keluarga. Jangan berkelahi hanya karena ikut kampanye. Jangan korbankan persaudaraan dalam pilkada,” ujar Wiji.
Kesempatan itu diimbau juga warga tetap patuhi protokol kesehatan Covid-19 mengingat kasus di Belu melonjak dalam pekan ini. “Masing-masing tim sukses sampaikan kepada seluruh tim kampanyenya supaya sukseskan kampanye dan Pilkada Belu dengan damai,” ungkap Wiji.
Dikatakan, warga harus berpikir logika, jangan berpikir negatif yang mana merusak peserta demokrasi. “Warga jaga kamtibmas saat hari ha sehingga pesta demokrasi aman lancar dan sukses,” pinta Wiji.
Kapolres Belu diwakili Ipda Dewo Ali Kusuma mengatakan menghadapi Pilkada maka Polres Belu akan menerjunkan 350 personil dibantu 25 anggota BKO Polda NTT di 425 TPS dan akan dibantu Pol PP.
Polres Belu mendapat dukungan BKO dari Polda NTT sebanyak 25 orang karena polres kekurangan personil. Jadi diharapkan bagi kedua paslon yang bertarung, harus mendukung dan menjaga kamtibmas di wilayah perbatasan Belu.

