Pengukuhan Forum Masyarakat Peduli Sungai Talau

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepengurusan Forum Masyarakat Peduli Sungai (Formpes) Talau resmi dikukuhkan, Jumat (14/8/2020) bertempat di gedung Betelalenok, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Pengukuhan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Bupati Belu Willybrodus Lay tentang pembentukan Formpes Talau nomor PUPR.600/30/VIII/2020, dihadiri Kepala Balai Wilayah Sungai NTT II, Kadis PUPR Belu serta para pengurus Formpes Talau.

Susunan kepengurusan Formpes diketuai oleh Romo Patrisius Sixtus Bere, Pr, Wakil Ketua Ramos Taek Berek, Sekretaris I Elisabeth Dau Mau, Sekretaris II Yohanes Kali, Bendahara I Walde T Berek dan Bendahara II Martino Cunha.

Bupati Willy Lay dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Pemda Belu merasa terbantu dengan terbentuknya Formpes Talau. Dengan terbentuknya forum ini, warga tidak menjadikan kali Talau sebagai tempat akhir pembuangan sampah.

“Saya minta forum ini harus bekerja ekstra, sehingga sungai Talau ini betul-betul menjadi satu kebanggaan untuk warga masyarakat Kabupaten Belu. Kalau menjadi bangga sungai harus menjadi bagus,” ujar dia.

Lay menyampaikan terimakasih kepada Kabalai bersama Kasatker serta semua Balai yang ada di NTT Nusa Tenggara 2 kalau bisa kita bersama-sama dengan Pemda Belu kita menata aliran sungai jauh dari erosi banjir dan pendangkalan. Mungkin membuat perencanaan bertahap, perencanaan pertama dari jembatan Fatubenao, pinggirnya belum ada pengamannya hingga kini.

Lebih lanjut Bupati Belu itu mengharapkan, kehadiran forum ini juga tidak menjadi forum saja, tapi bagaimana menjaga sungai itu dan forum juga berpikir atau memberikan kontribusi pikiran terkait penataan di sepanjang sungai Talau.

“Kita harus buat pengaman sungai, batas sungai untuk mencegah ersoi, otomatis rumah di tepi sungai nyaman. Kiita akan relokasi tiba saatnya setelah desain kali Talau ini penataan sungai harus dilakukan guna cegat erosi dan
sepanjang kali kalau jadi taman hijau terbuka,” kata Lay.

Kabalai Sungai Nusa Tenggara II, Kris Lake menuturkan, daerah aliran sungai atau Das adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke laut secara alami.

Das jelas Lake, merupakan sumber air permukaan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga peternakan pertanian maupun untuk kegiatan usaha lainnya. Ironisnya saat ini kita dihadapkan dengan berbagai persoalan dalam pengelolaan Das.

Permasalahan pokok yang dijumpai didalam Das adalah erosi dan degradasi lahan kekeringan dan banjir penurunan kualitas air sungai dan pendangkalan sungai kerusakan kondisi hidrologi SDA sebagai dampak perluasan.

Dikatakan, sungai Talau merupakan salah satu sungai yang berada di tengah kota Atambua yang tentunya tidak luput dari persoalan tersebut pada saat hujan sering terjadi banjir yang menyebabkan tebing sungai mudah longsor bahkan telah merenggut nyawa merusak fasilitas umum dan rumah penduduk.



Disamping itu kondisi sungai laut sudah tercemar oleh bahan pencemar yang berasal dari berbagai seperti limbah rumah tangga pertanian maupun sampah dari kegiatan kegiatan perdagangan baik dan rumah tangga menyikapi persoalan dalam pengelolaan das

“Tujuan dibentuknya forum ini dalam rangka mengembalikan fungsi sungai sebagai sumber kehidupan mencegah pencemaran air sungai menjadi tempat bermain dan belajar meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dalam bidang sungai serta melestarikan kawasan pinggiran sungai dari ancaman banjir,” terang Lake.

Selain itu tujuan pembentukan forum ini dimaksudkan agar masyarakat dapat secara mandiri peduli akan lingkungan dan aktif dalam kegiatan memelihara sungai dan menjaga sungai dengan tidak membuang sampah ke sungai ini.

Lanjut dia, satu tantangan juga bagi pemerintah Belu dan juga forum baru terbentuk dalam satu tujuan bahwa sungai selain salah satu destinasi salah satu destinasi ini tidak gampang dan tidak mudah untuk menata dan mengelola perlu perhatian serius dari pemerintah daerah dengan bergandengan tangan di folder yang ada di dalam menata dan mengelola sungai ini.

“Untuk mewujudkan tujuan dimaksud diperlukan semangat kerja dan baik antara masyarakat baik yang berada di sempadan sungai atau maupun simpatisan yang memiliki kepedulian akan pentingnya pelestarian daerah aliran sungai,” pinta Lake.

Sementara itu, Ketua Formpes Talau Rm Sixtus Bere mengatakan, Untuk penyertaan Tuhan kepada kita selama ini mulai dari proses pembentukan tahun lalu bulan Juli tahun yang lalu sampai dengan hari ini sehingga di tengah setiap pekerjaan ataupun tantangan kita bisa sampai kepada Titik hari ini yaitu pengukuhan badan pengurus forum masyarakat peduli Sungai kalau dengan sejumlah kegiatan atau visi dan misi yang harus diemban mulai hari ini tidak semua tentu sangat senang dan bersyukur bahwa

akhirnya kerinduan kita selama ini sebagian besar dari kita sekalian yang peduli terhadap keadaan sungai kalau dan masa depannya bisa membentuk satu forum bersama untuk mengusahakan kembalinya sungai Talau pada fungsinya yang semestinya kebudayaan-kebudayaan besar di dunia itu dimulai di sekitar sungai.

“Terima kasih untuk kepercayaan untuk inisiatif yang luar biasa ini sehingga forum ini bisa terbentuk dan bisa memberikan sumbangsih pikiran gagasan ide maupun tindakan seperlunya untuk kembali berfungsinya lingkungan atau ekosistem komunitas sungai Talau mulai dari hulu sampai hilir bisa kembali kepada fungsinya,” ucap dia.

Turut hadir juga dalam kegiatan pengukuhan Formpes itu, beberapa Camat dalam wilayah Kota Atambua serta Kepala Kelurahan dalam Kota Atambua.