Epi Nahak Kembali Terpilih Pimpin DPD II Golkar Belu
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Yohanes Jefri Nahak kembali terpilih memimpin pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Belu untuk masa jabatan lima tahun ke depan.
Epi Nahak sapaan akrab Wakil Ketua I DPRD Belu itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) X bertempat di gedung Betelalenok, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Selasa sore (21/7/2020).
Musda X dibuka langsung Ketua DPD I Golkar NTT, Melki Laka Lena dan dihadiri unsur pengurus Partai Golkar NTT, pengurus partai Kabupaten hingga tingkat Kecamatan dengan menerapkan protokol kesehatan.
Turut hadir dalam Musda X partai Golkar itu, Bupati Belu, Willybrodus Lay, Balon Bupati Belu dr. Agus Taolin, Balon Wabup Apolonarios da Costa, Yohaneta Mesak serta Vincent Laka serta Pj Sekda Belu.
Menurut Ketua DPD I Golkar NTT, Melki Laka Lena kegiatan Musda ini tentu merupakan media kami menyegarkan, refleksi organisasi kami selama lima tahun ke depan. Dengan Musda ini diharapkan, proses mufakat bisa terlaksana dengan baik sehingga betul-betul partai Golkar siap untuk masuk di momen Pilkada tanpa ada kendala.
“Perlu diatur lagi secara internal untuk bisa masuk dalam sebuah proses Pilkada dengan tim yang lebih kuat,” ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu.
Lanjut Melki Laka Lena, kaitan dengan Musda hari ini kami juga ingin menyampaikan juga terkait dengan persiapan Pilkada Belu, partai Golkar sudah memutuskan lima daerah di Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat dan Ngada. Belu salah satu dari lima Kabupaten masih dalam survey terhadap seluruh bakal calon yang telah daftar di partai Golkar baik Bupati maupun Wakil Bupati.
“Memang proses survey masih berjalan sampai saat ini diperkirakan awal Agustus selesai sehingga bisa dibahas di partai Golkar karena itu domain partai,” ucap dia.
Terkait dengan hasil survey itu Melki Laka Lena tegaskan, tidak bisa dintervesi karena dalam survey itu ada semacam tim pendamping dari pusat. Yang pasti karena ini cek berlapis tidak mudah untuk intervensi hasil dari proses survey ini.
Dikatakan, perbedaan politik itu barang biasa, tapi apapun perbedaan kita tidak boleh memutuskan komunikasi dan silaturahmi. Kemungkinan pada saat keputusan DPP itu kurang mungkin kita sedikit berbeda, tapi nanti saya akan kembali lagi untuk selesaikan dinamika dengan tenang.
“Pusat itu adalah titik akhir dari sebuah dinamika. Jadi kalau DPP putuskan, suka tidak suka kita jalani keputusan itu dan tetap jaga komunikasi politik jangan putus,” pinta Ketua DPD I Golkar NTT itu.
Sementara itu, Epi Nahak mengatakan, pelaksanaan Musda lima tahun ini wajib dilaksanakan partai Golkar di seluruh Kabupaten dengan agenda memilih ketua dan menyusun program ke depan. Musda utamakan musyawarah untuk mufakat.
“Kita hindari untuk terjadi saling sikut, kami utamakan aklamasi dan utamakan Pilkada dan menangkan Pilkada Belu dan kita serahkan sepenuhnya keputusan dari pusat,” kata Epi.

