Ketua FKUB TTU, Romo Gerardus Salu, Serahkan Temuan Kasus Penganiayaan Anak dan Tuntutan APKTA Usai Audiens dengan Kapolres TTU

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Romo Gerardus Salu, Pr, Pimpinan Dekenat Gereja Katolik di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memimpin Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak Kabupaten TTU untuk melakukan audiens dengan Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Dias Quintas, S.I.K, Senin (11/05/2020).

Hadir dalam kesempatan audiens tersebut, Direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait, S.H, Ketua Yabiku, Maria Filiana Tahu dan stafnya, tim kuasa hukum dari korban, beberapa tokoh pemuda GMIT serta tokoh pemuda dari gereja Katolik. Hadir juga Wakapolres TTU, Kompol Yeter Selan dan Kasatreskrim Polres TTU, Iptu Tatang Prajitno Panjaitan.

Dalam kesempatan dialog, Romo Gerardus mencoba memaparkan fakta-fakta yang ditemukan aliansi atas peristiwa penganiayaan Brigpol Gerry Taslulu Cs (Tim Buser) terhadap kasus salah tangkap anak berusia bawah umur, Eduardus Fouk.

Namun Kapolres Nelson menolak untuk mendengarkan pemaparan fakta-fakta tersebut. la beralasan, fakta itu sudah dalam penyelidikan Polda NTT. Dan juga pihaknya memiliki rekaman fakta di lapangan yang berbeda dari versi yang dikemukakan oleh aliansi.

Dalam kesempatan audiens itu, AKBP Nelson lebih banyak memaparkan fakta menurut versi polisi, sampai polisi menangkap Eduardus Fouk. Meski demikian, AKBP Nelson tetap menerima dokumen tertulis tentang fakta yang ditemukan aliansi. Termasuk tuntutan tertulis yang diajukan oleh aliansi.

Adapun isi tuntutan Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak Kabupaten TTU kepada Kapolres TTU, Pertama, polisi harus meminta maaf kepada korban salah tangkap dan penyiksaan Eduardus Fouk dan keluarganya.

Kedua, agar polisi melakukan proses penegakan hukum pidana dan Kode Etik terhadap Brigpol Gery Taslulu Cs dengan proses penyidikanya oleh Polda NTT sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku hingga tuntas.

Suasana Audiens di Mapolres TTU

Ketiga, agar polisi memberikan jaminan perlindungan keamanan dan keselamatan bagi korban Eduardus Fouk, keluarganya dan para Saksi.

Keempat, agar polisi menanggung segala biaya pengobatan dan perawatan bagi korban Eduardus Fouk.

Sedangkan tuntutan kepada Kapolda NTT, yaitu pertama, agar memberikan perhatian serius terhadap Proses Penegakan hukum dugaan salah tangkap dan penyiksaan yang terjadi dengan mengambil alih proses penyidikan kasus ini.

Kedua, agar Kapolda NTT menindak pelaku secara tegas sesuai prosedur hukum pidana dan kode etik. Dan ketiga, agar Kapolda NTT menjamin keamanan Korban, keluarga korban dan para saksi.

Berikutnya, kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI di Jakarta, aliansi mengajukan tuntutan sebagai berikut.

Pertama, memastikan proses penegakan hukum atas dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh Brigpol Gery Taslulu Cs, berjalan sesuai dengan mekanisme dan aturan hukum yang berlaku. Kedua, melakukan supervise dan pengawasan terhadap proses penegakan hukum kasus ini.

Selanjutnya tuntutan kepada pemerintah dan DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara, Pertama, memastikan perlindungan jaminan kesehatan serta perawatan terhadap penyintas. Kedua, memastikan perlindungan pendidikan selama masa perawatan dan pemulihan Penyintas.

Sedangkan kepada Ombudsman Perwakilan NTT, aliansi mengajukan tuntutan agar melakukan supervisi pelayanan penegakan hukum pada Polres TTU terhadap kasus-kasus yang melibatkan anggota kepolisian baik yang sedang maupun yang telah terjadi.