Masyarakat Berhutang Demi Utang PNPM Anggur Merah

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro S.Marthin
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Sejumlah masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluh kesulitan membayar angsuran Koperasi PNPM Anggur Merah akhibat ketiadaan uang.

Masyarakat mengaku terpaksa berhutang dengan pihak lain untuk menutupi angsuran bulanan koperasi PNPM Anggur Merah.

Seperti pengakuan, Paulus Pangkak dan Melkior Jandut, dua warga kampung Gejar, desa Mata Wae, kecamatan Satar Mese Utara, kepada Wartawan, Senin (4/4/2020). Keduanya mengaku usai berhutang dengan pihak lain demi untuk membayar angsuran bulanan Koperasi PNPM Anggur Merah.

“Saya terpaksa meminjam uang bunga orang lain untuk membayar angsuran PNPM Anggur Merah hari ini. Saya dapat uang dari mana. Saya bukan pegawai negeri yang setiap bulan dapat gaji. Dari pada denda kalau terlambat,” tutur Paulus Pangkak.

Senada dengannya, Melkior Jandut, juga mengaku dirinya terpaksa membayar angsuran Anggur Merah karena takut denda.

“Saya juga terpaksa pinjam uang bunga orang lain untuk menutupi utang anggur merah bulan ini. Takut denda kalau terlambat,” ungkap Melkior Jandut.

Baik Paulus maupun Melkior, Keduanya sama-sama mengaku tak bisa mencari uang pasca pemerintah mengumumkan sosial distancing guna mencegah penyebaran Covid-19 yang kian mewabah saat ini.

Keduanya berharap sekiranya pihak Koperasi Anggur Merah ataupun Koperasi kredit lainnya bisa memahami situasi dan kondisi masyarakat saat ini.

Sementara, terpisah pendamping Koperasi PNPM Anggur Merah Kecamatan Satar Mese Utara, Yustinus, saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya saat ini masih beraktivitas seperti biasanya. Namun kepada masyarakat yang kesulitan membayar angsuran Anggur Merah akhibat terdampak Covid-19 bisa ditunda pembayarannya. Sebaliknya, masyarakat yang tidak terdampak langsung dari Covid-19 dan memiliki dana atau masih sanggup membayar angsuran bisa terus melanjutkan pembayarannya.

“Kita tetap beraktivitas seperti biasa. Masyarakat yang terdampak langsung dari covid bisa ditunda pembayarannya, tanpa denda. Tetapi yang tidak terdampak dan memiliki uang bisa melanjutkan pembayarannya,” jelas Yustinus.