Terkesan, Penanganan Covid-19 di Belu Belum Sinergi dan Terkoordinir

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL terkesan belum sinergi dan terkoordinasi dengan baik antar lintas instansi dalam gugus tugas.

Seperti pada posko pemantauan pintu keluar masuk di Motamaro (Desa Tasain), salah satu posko penanganan Covid-19 bentukan Gugus Tugas perbatasan dengan Kabupaten Malaka dan TTU.

Pantauan media, Jumat malam (24/4/2020) pada posko Tasain hanya nampak tim medis puskesmas, linmas, anggota Koramil Halilulik dan Polsek Halilulik.

Informasi yang berhasil dihimpun dari di posko Tasain, petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Belu ditarik dari tim posko pemantauan Covid-19 itu lantaran dugaan tidak didukung anggaran. Sementara itu, masih sesuai informasi petugas Sat Pol PP hanya ditempatkan dua orang. Pantauan media di posko tidak nampak petugas dua instansi itu.

Adapun pengakuan dari beberapa petugas, terbatasanya sabun cair untuk cuci tangan. Tidak saja itu, ada beberapa warga pelintas dari luar daerah yang pertanyakan tisu sehabis cuci tangan karena tidak tersedia di tempat penampung air.

Selain itu, petugas juga meminta agar dipasang lampu sorot di posko. Hal itu dimaksud, selain memudahkan petugas juga pelintas dari luar daerah yang masuk ke Belu mengetahui keberadaan posko. Sebab, sebelumnya ada kendaraan nyaris menabrak papan lalu lintas di as jalan trans Timor jurusan Kupang lantaran gelap.

Sementara itu, informasi lain yang dihimpun selain petugas Dishub, wakil koordinator posko pemantauan mengundurkan diri dari tim. Dari 10 posko yang dibangun Gugus Tugas, hanya tidak posko yang berfungsi yakni, posko pemantauan Motadik, posko Motadik dan posko Teun.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu
Cristoforus M. Loe Mau saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan, dirinya belum mendapat informasi dari koordinator berkaitan dengan informasi mundur.

“Karena teknisnya ada pada koordinator gugus bidang, makasih,” ujar Loe Mau via whatsapp, Sabtu (25/4/2020).

Sementara itu, koordinator gugus tugas Balthasar Bouk yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa, benar petugas dari Dishub diposko Tasain ditarik dari tim di lapangan.

“Hal itu benar, buktinya kegiatan di Pos berjalan lancar walaupun tanpa dari perhubungan, terimakasih,” kata Bouk via sms.

Tidak saja itu, kondisi serupa di posko pengawasan Covid-19 Motadik pintu keluar masuk perbatasan dengan TTU. Sesuai pantauan media Minggu (27/4) aktifitas pemeriksaan berjalan normal.

Nampak, hanya ada petugas tim kesehatan, TNI-Polri, Sat Pol PP serta staf BPBD Belu sedangkan petugas Dishub tidak ada. Selain itu sabun cuci tangan dan tisu pada tempat cuci tangan tidak tersedia lantaran habis.