Wabup Belu : Gugus Tugas Selalu Awasi Penyebaran Virus Corona Yang Masuk Dari Luar Daerah

Bagikan Artikel ini

Atambua, NTTOnlinenow.com – Wakil Bupati Belu, J. T Ose Luan memimpin Rapat Khusus terkait Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Selasa (14/4/2020).

Turut dampingi Wabup Belu dalam rapat di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dihadiri Plt. Sekda Belu selaku Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Marsel Mau Meta dan Kadis Kesehatan Belu dr. Joice Manek.

Rapat khusus diikuti masing-masing Koordinator percepatan Penanganan Covid-19, yakni Bidang Pengendalian Pintu Masuk dan Keluar, Bidang Pencegahan, bidang Penanganan, Bidang Sarana dan Prasarana.

Rapat khusus diikuti masing-masing Koordinator percepatan Penanganan Covid-19

Selain itu Bidang Penanganan Sosial dan Dampak Ekonomi, Bidang pengawasan, Bidang Komunikasi dan Informasi, Bidang Monitoring serta Juru Bicara percepatan penanganan Covid-19 yakni Kabag Protokol dan Komunikasi Setda Belu, Christoforus M. Loe Mau.

Dalam rapat tersebut, masing- masing Koordinator bidang menyampaikan kondisi perkembangan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Menurut Ose Luan, kegiatan rapat hari ini melibatkan semua bidang dengan maksud agar semua bidang dipadukan. Kemudian kalau ada yang membutuhkan anggaran bisa komunikasikan supaya kita bisa membuat penambahan anggaran karena semua masih fleksibel.

“Tadi masing-masing bidang sudah menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan terkait percepatan penanganan Covid-19, tetapi nanti itu secara perhitungan tertulus, dan untuk pertama kali kita menggelar rapat bidang percepatan penanganan Cobid-19,” ujar dia.

Rapat khusus diikuti masing-masing Koordinator percepatan Penanganan Covid-19

Ditegaskan, dana yang ada di Dinkes belum mengakomidir semua karena dana ini dirancang dgn SK pertama, oleh karenanya, dana itu harus di bahas kembali sehingga kekurangan-kekurangan yang belum didanai harus dimasukan kembali.

“Melalui rapat ini semua bidang sudah bisa bergerak, karena dana akan selalu siap membiayai mereka. Tadi dana masih gelondongan somoga dana itu bisa berubah berdasarkan kebutuhan kegiatan yang ada di bawah,” kata Ose Luan.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Belu telah mendirikan 9 Posko Pencegahan Covid-19 di beberapa wilayah perbatasan. Posko didirikan untuk menjaring para pendatang dari luar sehingga penularan bisa dicegah.

Tidak saja itu, pada 12 Kecamatan juga dilakukan penyemprotan Disinfektant, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, kerja sama dari semua pihak untuk bersama-sama melakukan pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat dan selalu waspada serta jaga jarak.(YB/advetorial-Kominfo Belu)