Di Belu, 350 Warga Terserang DBD, Lima Orang Meninggal Dunia

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sejak bulan Januari sampai dengan Maret 2020, ratusan warga di wilayah Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL terserang wabah Demam Berdarah Denque (DBD).

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun media dalam sepekan terkahir, di Belu terjadi 350 kasus DBD akumulasi angka sejak Januari hingga Maret. Dari jumlah kasus virus yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypty 5 orang meninggal dunia.

Menyikapi membludaknya kasus demam berdarah, pihak DPRD Belu Komisi III melakukan peninjauan sekaligus membesuk para pasien DBD yang mendapat perawatan intensif di RSUD Mgr. Gabriel Manek, Svd Atambua awal pekan lalu.

Selain Anggota Komisi III DPRD Belu yang membidangi kesejahteraan, pendidikan dan kesehataan, turut serta dalam peninjauan pasien DBD di rumah sakit, Wakil Ketua II Cypri Temu.

Adapun jumlah pasien DBD yang di rawat pertanggal 13 Maret, 135 orang pasien tersebar di dua rumah sakit di wilayah Kabupaten Belu, 85 pasien di RSUD Mgr. Gabriel Atambua, 60 pasien di RS Sito Hudada.

Tingginya angka pasien DBD yang semakin meningkat melebihi kapasitas ruangan rawat inap di RS Atambua sehingga lorong ruang rawat inap dimanfaatkan sebagai tempat rawat inap pasien.

Menurut Cypri Temu, pihak dewan sudah secara langsung memastikan kondisi pasien DBD yang saat ini menjalani perawatan namun melebihi kapasitas ruangan. Jumlah pasien lebih di dominasi oleh anak-anak yang harus jalani perawatan di loron-lorong ruang bangsal.

Melihat kondisi pasien ini jelas Temu, pihak DPRD berjanji akan melakukan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas pelayanan di setiap Rumah Sakit di wilayah Belu.

Lanjut Politikus NasDem iti, Dewan juga berjanji akan berupaya bagi masyarakat pasien yang sedang dirawat, akan tetapi belum memiliki kartu jaminan kesehatan agar bisa memilikinya.