Pemkab Akan Berikan Bibit Babi Pulihkan Perekonomian Warga Belu Pasca Ternak Mati

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com – Sejumlah ternak babi yang mati mendadak akibat diserang virus beberapa waktu lalu menimbulkan kerugian yang dialami warga peternak babi di wilayah Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Akibat sejumlah ternak babi yang mati mendadak terserang virus menular sangat berpengaruh pada perekonomian warga petani ternak babi di perbatasan wilayah Belu.

Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Belu telah memikirkan langka kongkret yang akan diambil guna membantu memulihkan perekonomian warga peternak babi.

Wakil Bupati Belu, J. T Ose Luan, Rabu (4/3/2020) menuturkan, pihak Pemerintah sudah dalam pembicaraan bagaimana petani yang sudah kehilangan babi pasca terserang virus bisa mendapatkan kembali bibit babi.

“Nanti akan dibagikan bibit babi ke warga peternak, tapi belum sekarang,” kata dia.

Menurut dia, kematian babi peternak warga akibat terserang virus menular tentu menjadi perhatian pemerintah. Karena itu pemerintah terus berupaya untuk memberikan bibit babi pada warga untuk dipelihara kembali.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu Birri sebelumnya menuturkan, ternak babi memiliki nilai ekonomis tinggi. Sebagian Belu warga bersandar pada ternak babi sebagai sumber pendapatan rumah tangga.

Dijelaskan, pasca terserang virus sejumlah ternak babi mati, hal tersebut tentu saja menimbulkan kerugian secara ekonomis yang dialami warga peternak babi.

Pemerintah lanjut Nikolaus, berencana pada tahun mendatang bisa melakukan pengadaan ternak babi untuk dibagikan kepada warga guna membantu memulihkan ekonomi.

Sesuai data Dinas Peternakan Belu, tercatat sebanyak 570 ternak babi milik warga di Belu mati akibat terserang virus yang menular sejak bulan Oktober 2019 hingga Februari 2020. Kematian babi terbanyak terjadi di Januari dan awal Februari.

Nikolaus menambahkan, populasi babi di Kabupaten Belu keadaan per 31 Desember 2019 sebanyak 61.802 ekor.