Baru Satu Calon Rektor Yang Mendaftar, Panitia Pilrek Universitas Timor Perpanjang Masa Pendaftaran

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Timor (Unimor) Periode 2020 – 2024, Margareta Diana Pangastuti,SE,M.Si dalam Press Release yang diterima NTTOnline, Selasa (03/03/2020) menjelaskan, Universitas Timor kembali membuka perpanjangan jadwal Penjaringan Bakal Calon Rektor, Penyaringan dan Pemilihan Calon Rektor Universitas Timor (Unimor) Periode 2020 – 2024.

Perpanjangan jadwal pemilihan rektor ini dilakukan lantaran baru 1 kandidat yang mendaftarkan diri ke Panitia pada tahap I penjaringan.

“Universitas Timor kembali membuka perpanjangan jadwal Penjaringan bakal calon rektor, Penyaringan dan Pemilihan Calon Rektor Universitas Timor (Unimor) Periode 2020 – 2024. Perpanjangan jadwal tersebut dikarenakan pada tahap I Penjaringan bakal Calon Rektor, Penyaringan dan Pemilihan Calon Rektor Universitas Timor, sampai pada batas waktu penjaringan, pendaftaran yang ditentukan yaitu dari tanggal 13 Januari – 24 Februari 2020 baru 1 kandidat yang mendaftarkan diri ke Panitia Pemilihan Rektor Unimor,atas nama Dr. Ir. Stefanus Sio, MP”, jelas Diana Pangastuti.

Kandidat dimaksud merupakan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Timor.

Lebih lanjut dijelaskan Diana Pangastuti melalui Press Release yang diterima, soal ketentuan Persyaratan Calon Rektor.

“Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No.19 tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin PTN dan Peraturan Senat UNIMOR no.2 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemilihan Rektor Universitas Timor Periode 2020 sd 2024 Pasal 7 (Point 4) bakal calon rektor yang dilaporkan ke senat berjumlah minimal 4 orang.

Ketentuan persyaratan calon rektor secara umum adalah PNS yang memiliki pengalaman jabatan sebagai dosen dengan jenjang Akademik paling rendah Lektor Kepala, Berpendidikan minimal Doktor (S3) dan berusia paling tinggi 60 tahun pada saat berakhirnya jabatan Rektor Unimor”, demikian Diana.