Keluarga “Tanda Tanya” Jahitan Ditubuh Jenazah TKI Yanuarius Bruno Kehi

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Yanuarius Bruno Kehi (30) pria asal Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL menuai tanda tanya dari keluarga korban.

Pasalnya adanya kejanggalan pada jenazah Yanuarius Kehi TKI Malaysia asal Dusun Kota Ikun, Desa Mandeu tepatnya di bagian dada terdapat jahitan panjang dimana keluarga korban menduga tidak wajar dan menjadi pertanyaan.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Belu dalam sesi dialog Reses Anggota DPR RI Melki Laka Lena yang juga Wakil Ketua Komisi IX di Sekretariat DPD II Golkar Belu, Sabtu malam (28/12/2019).

Theo yang juga Ketua Komisi II DPRD Belu Fraksi Golkar itu membenarkan adanya dugaan keluarga terhadap kondisi jenazah korban karena terdapat luka jahitan pada bagian dada yang diduga organ tubuh jenazah tidak ada lagi.

Dikatakan bahwa, kejadian tersebut baru saja terjadi ada warga Belu. Otopsi dilakukan untuk mengetahui sebab-sebab kematian korban akibat kecelakaan lalu lintas. Kita bisa maklumi, tapi kalau sampai organ tubuh diambil seperti yang diduga keluarga ini persoalan.

Lanjut Theo, kejadian ini baru saja dialami warga kita. Mumpung ada Pak Bupati, Pak Wakil Bupati saya minta dukungan dari Pemda. Karena niat kami habis liburan kami akan lakukan audiensi dengan Kementerian, karena ini secara kemanusiaan sangat tidak manusiawi.

“Kalau berkenan Komisi IX bisa memfasilitasi. Mudah-mudahan dapat dukungan dari Pemerintah dan Wakil Ketua Komisi perwakilan dari Belu kami minta dukungan agar hal ini tidak terulang lagi dan memperjelas hak-hak kemanusiaan,” ungkap dia.

Wakil Ketua Komo IX Melki Laka Lena mengatakan, organ tubuh manusia khususnya orang Indonesia masih bagus, sehat. Kalau di pasar mafia organ tubuh, orang NTT itu menjadi perburuan mafia penjualan organ tubuh dan itu untungnya besar.

Kaitan itu, Laka Lena yang jug bermitra dengan Kementerian Tenaga Kerja berharap kepada warga NTT yang akan bepergian bekerja sebagai tenaga kerja di luar negeri agar sesuai prosedural, mengikuti mekanisme yang ada sehingga jaminan pribadi jelas saat bekerja di luar negeri.

“Kita rencana tahun depan membangun BLK Nasional. Hal ini penting bagi setiap pencaker. Kebanyakan warga kesulitan dokumen dan tidak ada pelatihan di NTT yang mana jadi pemicu TKI illegal,” ujar dia.

Kepada media usai Reses, Theo Manek Anggota DPRD asal Dapil Raimanuk itu tambahkan, secara lisan, ia sudah mendapat informasi dari keluarga korban dan keluarga merencanakan akan menyampaikan secara resmi kepada Lembaga DPRD dan Pemda Belu.

“Karena ini masih libur jadi rencananya keluarga akan meminta audiens dengan DPRD, Pemda Belu dan Komisi Perlindungan TKI,” kata dia.

Dijelaskan, keluarga ingin mempertanyakan dugaan keluarga terhadap kondisi jenazah yang mencurigakan. Ini soal kemanusiaan, artinya bukan keluarga menuduh, tetapi keluarga mengharapkan Pemerintah dapat mengadvokasi mungkin dengan mengautopsi ulang untuk memastikan apakah organ tubuh jenazah masih ada atau tidak, sehingga bisa menjawab dugaan keluarga.

Untuk diketahui, korban Yanuarius Bruno Kehi meninggal pada, Kamis (19/12/2019) waktu Malaysia akibat mengalami kecelakaan lalu lintas. Jenasah korban dikirim dari Malaysia dan tiba di Kupang Senin (23/12/2019) lalu. Selanjutnya oleh keluarga dan pihak terkait urusan TKI di antar ke kampung halaman, dan telah dimakamkan pihak keluarga.