Melalui Seminar Sehari 16HAKTP, Yabiku NTT Himbau Masyarakat Jadi Pembela HAM

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Salah satu mandat Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) adalah meningkatkan kesadaran publik bahwa hak perempuan adalah Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh karena itu, kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia. Dalam melaksanakan mandat tersebut, Komnas Perempuan setiap tahun melakukan kegiatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP) setiap tanggal 25 November sampai 10 Desember.

Mendukung mandat Komnas Perempuan tersebut, Yabiku NTTT mengelar Seminar sehari dalam rangka pelaksanan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2019, dengan satu tekad dapat mewujudkan kehidupan yang damai tanpa kekerasan di wilayah Kabupaten Timor tengah Utara. Kegiatan tersebut juga menurut Filiana, dalam upaya membantu Negara melaksanakan tindakan perlindungan pada korban Kekerasan.

“Kami dari Yabiku NTT bertekad melalui kegiatan ini, dapat mewujudkan kehidupan yang damai tanpa kekerasan di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara. Di Indonesia telah banyak jumlah para pekerja HAM, dalam kaitan dengan Kampanye ini pula, secara internasional semua lembaga layanan, mengangkat isu Women Human Rigth Devender/ Perempuan pembela HAM yang harinya diperingati pada tanggal 29 November kemarin”, ungkap Filiana dalam sambutannya.

Lanjutnya, “Moment ini juga digaungkan untuk mengguggah perhatian negara pada para pekerja HAM yang hingga kini belum memiliki porsi perlindungan yang semestinya.

Yabiku NTT Sebagai salah satu anggota Forum pengada layanan di Indonesia, yang juga adalah Mitra Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, bersama dalam program Mampu Indonesia, selalu menjadikan kampanye tahunan ini sebagai kampanye rutin untuk mendorong penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah NTT khususnya di kabupaten Timor Tengah Utara”.

Seminar yang menghadirkan 200 Mahasiswa utusan berbagai Universitas dan Perguruan Tinggi diselenggarakan di aula Studi Centre Universitas Timor Kefamenanu, Selasa (02/12), yang mana generasi Milenial dipandang sebagai corong pembaharu, sehingga kampanye anti kekerasan terhadap perempuan masih bersasar kepada orang muda terutama yang berada di lembaga pendidikan Tinggi.

Sub tema yang dipilih untuk kabupaten Timor Tengah Utara, Pencegahan dan Penanganan, mengingat tindakan kekerasan seksual di Indonesia dan termasuk di TTU menempati urutan tertinggi dalam setiap kejahatan kemanusiaan.

Mengulas sub tema yang dipilih, Filiana Tahu secara tegas meminta semua peserta seminar khususnya
Para mahasiswa untuk bergabung sebagai Pembela HAM tanpa rasa takut dan malu.

“Ayo bergabung menjadi pembela HAM, meskipun resikonya besar namun menjadi seorang pembela HAM adalah pekerjaan mulia. Jangan takut bersuara atas kejadian – kejadian tidak senonoh di lingkungan kita, terutama di lingkungan kampus”, himbau Filiana.