Perbankan Konvensional Paling Banyak Diadukan ke OJK NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Hingga Juni 2019, aduan yang masuk ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui surat, khususnya untuk Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang paling banyak diadukan adalah bank umum konvensional.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert Sianipar sampaikan ini pada kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi NTT dan Perkembangan Sektor Jasa Keuangan dan Edukasi Perlindungan Konsumen yang dikemas dalam acara “Sasando Dia” (Santai-santai Baomong Deng Media) di Kantor Perwakilan BI NTT, Selasa (9/7/2019).

Menurut Robert, berdasarkan informasi dan pengaduan tertulis yang diterima OJK NTT posisi Januari – Juni 2019, sesuai jenis LJK terlapor diklasifikasikan ke dalam 8 jenis, yaitu Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, BPR Konvensional, Perusahaan Pembiayaan, Asuransi Umum, Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, dan Perusahaan Penjaminan.

“Hingga Juni 2019, jenis LJK yang paling banyak diadukan dimintai infomasi secara tertulis adalah Bank Umum Konvensional dengan jumlah sebanyak 11 laporan atau sebesar 31%, diikuti Asurani Jiwa sebanyak 7 laporan atau sebesar 20%, BPR sebanyak 6 laporan atau 17% Perusahaan Pembiayaan sama seperti BPR yakni sebanyak 6 laporan atau 17%,” ungkap Robert.

Robert menjelaskan, untuk jenis produk sektor Industri Keuangan Non Bank (INBK) sesuai informasi dan pengaduan tertulis yang diterima pihaknya sejak Januari hingga Juni 2019, diklasifikasikan ke dalam 5 jenis produk, yakni Asuransi Jiwa, Kredit Kendaraan Bermotor, Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), Asuransi Kesehatan dan Asuransi Umum.

“Asuransi Jiwa mendominasi kategori jenis produk IKNB yang paling banyak dikeluhkan oleh konsumen/ masyarakat dengan jumlah 7 layanan atau sebesar 50 % , dikuti Kredit Kendaraan Bermotor sebanyak 3 layanan atau sebesar 22 %, SLIK sebanyak 2 layanan atau sebesar 14%,” jelasnya.

Dia menyampaikan, berdasarkan jenis permasalahan perbankan yang paling banyak disampaikan secara tertulis oleh konsumen/masyarakat pada posisi Juni 2019 kepada OJK NTT, diklasifikasikan ke dalam 7 jenis permasalahan.

“Permasalahan ini didominasi oleh ketidaksesuaian data SLIK sebanyak 5 layanan atau sebesar 28%, diikuti Permohonan Restrukturisasi Kredit dan Agunan Kredit sebanyak 4 layanan atau sebesar 22%,” paparnya.

Berikut daftar Perbankan sepanjang Januari – Mei 2019 yang diadukan/ dilaporkan/dimintai informasi dari konsumen/ masyarakat secara tertulis:

1.PT Bank Mantap
2. PT BPD NTT
3. PT Bank Negara Indonesia
4. PT Bank Mega
5. PT Bank Syariah Mandiri
6. PT Bank Danamon
7. PT Bank CIMB Niaga
8. PT Bank Rakyat Indonesia
9. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional

Berikut daftar IKNB sepanjang Januari – Mei 2019 yang diadukan/dilaporkan/dimintai informasi dari konsumen/ masyarakat secara tertulis:

1. PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967
2. Perum Jamkrindo
3. PT AJB Bersama Bumiputera 1912
4. PT Indomobil Finance
5. PT Adira Finance
6. PT MPM Finance
7. PT Sinarmas Multi Finance
8. PT Asuransi Prudential