Gedung Gereja Toraja Berciri Khas Toraja Dibangun di Kupang

Bagikan Artikel ini


Kupang, NTTOnlinenow.com – Jemaat Jatiwaringin Jakarta Cabang Kebaktian Kupang Gereja Toraja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kini sedang membangun gedung gereja bermotif khas rumah Toraja dengan diukir. Pembangunan Gereja yang dimulai 2017 ini, terletak di RT 1, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Luas bersih bangunannya, menurut Ketua Panitia Pembangunan Roy Pongsilurang, 300 M2. Totalnya berukuran panjang 30 meter dan lebar 11 meter. “Ada ruang kerja di atas konsistori seluas 50 M2,” jelas Roy dari Kendari, ketika dikonfirmasi via ponsel dengan WhatsApp (WA), Selasa lalu (19/3/2019).

Menariknya, tenaga pengukir didatangkan khusus dari Toraja. Namun tukang ukir ini sudah kembali karena kerja mereka dianggap selesai. “Tinggal tulak somba’nya yang belum diukir, nanti kita pikirkan lagi,” tutur Pdt. Vennary K. Yudi, S.Th ketika ditemui di lokasi pembangunan, di gedung gereja, baru-baru ini.

Adapun lahan bangunan, katanya, pemberian hibah keluarga Tiku Rerungan dan keluarga dr Intin Talantan. “Hibah dari jemaat dan penambahan tanah ke belakang,” timpalnya.

Untuk biaya pembangunan, tambah pendeta jemaat ini, berasal dari sumbangan pribadi anggota jemaat dan donatur lain. “Sumbangan itu selain dalam bentuk dana juga material seperti semen,” jelas Pendeta yang pernah tugas 10 tahun di Gereja Toraja Jemaat Sinjai Sulsel ini.

Dia menyebut, diantara penyumbang terdapat nama anggota DPD RI asal NTT Ir. Abraham Paul Liyanto. Sumbangan itu berupa 100 sak semen yang diserahkan langsung Sang Senator 20 Oktober 2018 lalu. Ketika itu acara Ibadah Syukur Pasca Nikah Pdt. Vennary.

Peran pemerintah setempat juga sangat membantu utamanya Ketua RT 1, Rawit Tallak, dalam menfasilitasi persetujuan warga untuk mendapatkan IMB.

Estimasi total biaya yang dibutuhkan berkisar 1,8 M. Namun ketika ditanya batas waktu penyelesaian pembangunan gedung gereja tersebut, Pdt. Vennary tidak dapat memastikan. Pasalnya, sangat bergantung pada dana yang ada.

Hal sama dilontarkan Roy Pongsilurang. Jika melihat kondisi kemampuan keuangan jemaat dan kemampuan dalam mencari dana, maka menurut Roy yang kini tugas di Kendari ini, waktu penyelesaian bisa sampai 2021.

“Target kita sebenarnya kalau bisa selesai di 2020, tergantung bangmo to mangambo’ta do mai. Kalau kami hanya buat gambar kemudian kerja,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Gereja Toraja Cabang Kebaktian Kupang Jemaat Jatiwaringin Jakarta ini sekarang memiliki anggota sebanyak 75 KK. (Tom)