Harga Mitan 800 ribu per Drum, Pengkalan Juga Ngeluh Agen Wajibkan Beli Telur
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemilik pangkalan minyak tanah di Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL keluhkan harga mitan yang tembus Rp. 800 ribu per drum.
Tidak saja itu, pemilik pangkalan minyak tanah juga diwajibkan membeli telur dari agen pangkalan yakni agen Pilar Johanes selaku distributor.
Salah seorang pemilik pangkalan yang enggan mau disebutkan namanya mengatakan, dari agen Pilar Johanes harga per drum sudah lebih dari wajar. Harga standar per drum harusnya Rp. 700 ribu, tapi sekarang harga sudah Rp. 800 ribu.
Lanjut dia, selain harga tersebut, sekarang ini pangkalan mitan dari agen Pilar Johanes juga meminta pangkalan wajib mengambil telur satu ikat atau enam rak untuk dijual di kios. “Kasihan dari minyak tanah pangkalan untung sudah sedikit, tambah ambil telur tidak untuk sama sekali malahan tekor,” ujar dia kepada media, Selasa (5/3/2024).
“Ini yang buat kami bingung, kalau 1 rak mungkin, tapi ini sampai 1 ikat (enam rak) harga Rp.350 ribu per ikat. Dari agen bilang pangkalan minyak juga harus jadi pangkalan telur, sedangkan izin kan hanya pangkalan minyak,” ungkap dia.
Akui dia, harga mitan Rp.800 ribu per drum sejak tahun 2023 lalu dan rutin disalurkan ke pangkalan dua kali dalam seminggu. Sedangkan untuk harga Rp.700 ribu per drum
standar 1 bulan satu kali atau 3 bulan 1 drum bahkan tidak dapat dan itu disengajakan oleh agen supaya pangkalan minyak yang tidak ikut kebijakan agen bisa ditutup.
“Yang harga Rp.800 ribu per drum baru di antar ke pangkalan, kalau tidak tidak akan diantar. Kami jual minyak tanah untungnya sudah sedikit habis di suruh beli telur. Kami beli dengan Rp.800 ribu per drum, yang Rp.700 ribu tidak dilayani, ada beberapa pangkalan yang dapat dengan Rp.700 ribu tapi 3 bulan atau beberapa bulan sekali,” pungkas dia.
Terpisah Penanggungjawab PT. Kuda Laut Baldin Tanur yang dikonfirmasi menyampaikan, dirinya mengecek ke pihak Agen Pilar Johanes. Keluhan soal telur, itu biasa pangkalan mereka yang menjual telur saja yang dikasih. Mereka yang ada kios biasanya dan di kios jualan telur.
Dikatakan, kalau harga mitan Rp.800 ribu ini yang perlu saya cek. Sekarang ini pangkalan ada 100 unit ebih, jadi ada sebagian yang sonde dapat minyak atau jarang. Karena kalau harga sesuai laporan tanda terima Rp.700 ribu.
“Itu tanda terima semua pangkalan ada masuk kantor Rp.700 ribu. Nah tiba-tiba muncul Rp.800 ribu ini saya juga bingung di mana. Saya juga perlu cari tau, takut anak buah bermain,” ucap Tanur.
“Kalau urusan telur, pangkalan mereka ada suka belanja telurnya. Karena selain dagang minyak mereka dagang itu telur dapat suplai telur murah. Makanya telur pangkalan mereka juga ada baku rampas,” pungkas dia via WhatsApp.

