TNI Jalankan Tugas Sesuai Prosedur, Jaga Netralitas Pemilu 2019

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dandim 1605/Belu, Letkol Ari Dwi Nugroho menekankan kepada seluruh jajaran prajurit TNI agar netral dalam Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serentak pada tanggal 17 Arpil 2019 mendatang.

Hal itu ditekankan Dandim Ari Nugroho dalam jam Komandan di lapangan hitam Makodim Belu, Senin (18/3/2019).

Dikatakan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan prajurit TNI yakni, Pemilu kejadian-kejadian yang berhubungan dengan ketidaknetralan agar selalu di antisipasi.

“Karena itu laksanakan tugas sesuai dengan prosedurnya dan bagi Babinsa yang bertugas di desa jangan sekali-kali untuk bersikap tidak netral dan hati-hati dalam penggunaan sosial media,” tegas dia.

Dituturkan, sebagai aparat teritorial kita TNI harus menguasai wilayah teritorial kita, terutama bagi para Babinsa hubungan komunikasi sosial dengan masyarakat itu penting sehingga Babinsa dapat diketahui keberadaannya di masyarakat.

“Sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiaran Babinsa di tengah-tengah mereka, oleh karena itu jalin komunikasi yang baik dengan masyarakat,” pesan Ari Nugroho.

Diingatkan agar prajurit harus cerdas sebelum melakukan sesuatu. Harus seselektif mungkin dan tidak ceroboh dalam bertindak terutama jelang pemilu pada bulan April mendatang dengan berpedoman teguh pada netralitas kita sebagai prajurit TNI.

“Setiap prajurit itu mempunyai ciri khasnya oleh karena itu setiap prajurit perlu menanamkan rasa disiplin pada diri masing-masing terutama untuk disiplin masalah waktu. Ini perlu dipedomani sebagai pengendali kita antara tugas, kegiatan keagamaan dan kegiatan lainnya,” tandas Ari Nugroho.

Sementara itu kaitan masalah werfing atau penerimaan prajurit jeas dia, masalah penerimaan prajurit di Kodim Belu ada 2 sumber penerimaan yaitu dari perbatasan dan reguler untuk batas khusus bagi Koramil yang ada di perbatasan Negara.

Karena iti setiap Koramil harus mengetahui Desa-Desa apa saja yang memang merupakan Desa perbatasan, hal itu untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam identitas para calon prajurit karena sering terjadi ketidaksamaan identitas para calon prajurit batas pada saat melaksanakan seleksi.

Para Babinsa yang memiliki Desa binaan yang merupakan Desa batas wajib mendata bakal calon anak-anak batas yang ingin mendaftar. Caranya dengan melakukan kampanye werfing atau penerimaan prajurit TNI di setiap sekolah-sekolah yang berada di batas.

“Jangan menjanjikan sesuatu yang belum tentu mampu kita lakukan untuk para calon prajurit. Kita hanya sebatas mampu mengajak dan memotifasi mereka agar mereka mempunyai semangat, kemauan dan keinginan untuk mau menjadi TNI,” pungkas Ari Nugroho.