Iasmansakoe Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Ikatan Alumni SMAN 1 Kupang (IASMANSAKOE) menggelar lomba karya tulis ilmiah tema pariwisata dan minuman keras, Selasa (22/1/2019).

Hal ini wujud kepedulian dibidang pendidikan terutama dalam membangkitkan minat baca dan menulis. Berkaitan dengan itu IASMANSAKOE menggelar lomba literasi karya ilmiah “NTT menulis” untuk masyarakat umum dan pelajar di seluruh NTT. Sosialisasi pelaksanaan lomba dimulai sejak 22 Januari hingga 27 Januari 2019 melalui berbagai media.

Selasa (22/1/2019) petang digelar press conference di aula Rupatama lantai III Mapolda NTT dihadiri Ketua Panitia Pelaksana, Habde Dami, Ketua IASMANSAKOE, Brigjen Pol Drs. Johanis Asadoma, MHum dan Prof. Rustan yang juga akademisi Undana. Hadir sejumlah dinas terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas Perindag dan pusat bahasa serta para alumni SMAN 1 Kupang.

Penyerahan karya dilakukan mulai akhir pekan ini. Naskah sudah harus diterima panitia sejak 27 Januari hingga 5 Februari 2019. Pengumuman pemenang dilakukan pada 16 Februari dan penyerahan hadiah kepada pemenang direncanakan pada tanggal 23 Februari 2019.

Ketua Panitia, Habde Dami mengemukakan kalau kegiatan ini merupakan ide dari WakaPolda NTT yang juga Ketua IASMANSAKOE “Agenda (lomba) yang diusung oleh ikatan alumni sudah digagas sejak dua tahun lalu dan baru terwujud,” tandas mantan Sekkot Kupang ini.

Lomba ini sendiri merupakan bentuk penghargaan pada penulis yang belum memiliki panggung untuk lomba. Panitia menyediakan tema untuk ditulis para peserta. Topik pengembangan sektor pariwisata dipilih untuk peserta dari kalangan masyarakat umum kecuali tenaga pendidik.

Khusus untuk masyarakat umum diberi kesempatan menulis mengenai ‘pariwisata menuju NTT bangkit dan sejahtera’. Sementara untuk pelajar disesuaikan dengan kebijakan pemerintah daerah NTT saat ini ‘legalisasi miras lokal dan generasi muda’.

Sebagaimana saat ini ada wacana legalisasi miras ‘sopi’ oleh Pemerintah Provinsi NTT. “Kita mencoba menggali dari perspektif orang muda baik dari sisi budaya, ekonomi dan hal lain mengenai kebijakan ini,” tandasnya.

Panitia memberlakukan kriteria penilaian yang cukup ketat. “Karya tulis harus menghindari plagiat karya tulis,” tegasnya. Untuk itu, karya tulis harus diketahui seseorang yang bertanggungjawab. “Misalnya karya tulis oleh pelajar maka harus diketahui oleh guru bahasa. Demikian pula karya tulis ASN atau masyarakat umum harus atas pengetahuan dna persetujuan atasannya,” tambahnya.

Karya harus original dan merupakan hasi pemikiran sendiri. Naskah karya tulis dibatasi 4.000 hingga 5.000 karakter dan tulisan harus mengikuti outline layaknya sebuah karya tulis.

Untuk penilaian maka disiapkan empat kriteria penilaian yakni aspek relevansi (judul dan isi ada kaitan), orisinal (tulisan dan aktualitas masalah), argumentasi (gagasan, kemampuan menganalisa) serta kerapihan tulisan.
Penyelenggara menjamin bahwa lomba yang digelar sangat transparan, independen dan profesional karena dinilai oleh tim juri profesional.

“Setiap tulisan yang masuk dan dinilai akan menjadi hak panitia. Tulisan akan dipublikasikan melalui kerjasama dengan media sehingga meluas,” tandasnya.

Panitia dan IASMANSAKOE juga bekerjasama dengan dinas pendidikan sehingga ada minat besar dari siswa terutama siswa SMA untuk menulis.(non)