Pemkot Tetapkan KLB DBD di Kota Kupang

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Menyusul tingginya penderita DBD yang telah mencapai 127 kasus, maka pemerintah Kota Kupang menyatakan telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kupang.

“Memang sampai saat belum ada yang meninggal, tapi jumlah penderita sudah sangat banyak,” kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore di Kupang, Kamis (24/01/2019).

Wali Kota mengaku, Sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 194 tentang wabah penyakit menular, dan peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 1501 tahun 2010, tentang jenis wabah penyakit Tertentu yang dapat menimbulkan wabah dan upaya wabah dan upaya penanggulangannya, menyatakan bahwa DBD termasuk salah satu penyakit menular yang dapat menimbulkan wabah dan harus dilakukan penaggulangan dalam rangka mencegah penularan yang lebih luas disuatu daerah atau wilayah.

Wali Kota mengatakan, kasus DBD Kota Kupang sepanjang tahun 2019 meningkat signifikan dalam kurun tiga minggu terakhir, yaitu minggu pertama 21 Kasus, minggu kedua 33 kasus, dan minggu ketiga 28 kasus, kemudian dalam beberapa hari terakhir kasus DBD terus meningkat dan mencapai 127 kasus sehingga pemerintah Kota Kupang, menyatakan KLB DBD di Kota Kupang.

Untuk itu, Wali Kota meminta Dinas Kesehatan Kota Kupang segera melakukan fogging masal di Kota Kupang, untuk meminimalisir berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah di wilayah Kota Kupang.

“Saya telah mendapat laporan dari dinas kesehatan bahwa dinas kesehatan mengalami kekurangan alat penyemprot untuk fogging masal. Untuk itu, saya meminta dinas kesehatan segera menyiapkan anggaran untuk membeli alat foging agar bisa ditempatkan disemua kelurahan. Apabila Dinas Kesehatan tidak mempunyai anggaran, maka pemerintah akan meminta persetujuan DPRD untuk penggunaan anggaran mendahului sebelum sidang perubahan APBD, tahun 2019, untuk pembelian alat fogging,” kata Wali Kota.

Selain itu, Wali Kota juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Kupang agar segera melapor bila ditemukan kasus DBD di wilayahnya dan segera melapor ke puskesmas. Masyarakat juga diinstruksikan untuk memberantas sarang nyamuk, dengan cara membersihkan lingkungan masing-masing, dan menjaga pola hidup sehat. “Jika sudah ditetapkan KLB, maka penanganannya juga harus luar biasa,” kata Wali Kota.

Wali Kota Juga menginstruksikan agar pelayanan kesehatan di puskesmas disiagakan selama 24 jam untuk penanggulangan DBD.