Polisi Bekuk Jaringan 1000 TKW “Human Trafficking” NTT Di Bali

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil membekuk seorang pelaku human trafficking (penjualan manusia). Pelaku human trafficking yang berhasil ditangkap itu bernama Semy Bula, yang merupakan jaringan Andi Kila. “Pelaku ditangkap kemarin sore di Denpasar Bali,”kata Yohanes Gore Ketua Persada Indonesia kepada NTTOnlinnow.com, Selasa (29/5/2018).

Menurut Hans Gore Ketua Persada Indonesia biasa disapa, Semy Bula dan Jaringan Andi Kila terlibat dalam kasus human trafficking, dimana pada tahun 2013 tersangka mengirim korban (Alm) Yuliana Kana, asal Desa Oof, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten TTS, tanpa dilengkapi dokumen sah ke Malaysia. Selanjutnya pada tahun 2015, korban dikirim dari Malaysia dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Jenasahnya dikirim kembali ke kampong halaman, namun sebagian organ tubuhnya sudah tidak ada. Polisi kemudian melakukan pengembangan kasus tersebut dan baru berhasil melakukan penangkapan terhadap beberapa orang pelaku termasuk Andi Kila yang dijuluki pedagang seribu TKW dari NTT pada awal Januari 2018.

Persada Indonesia salah satu lembaga yang belakangan aktif menyuarakan tentang human trafficking (HT) di NTT menghimbau kepada pemerintah dan institusi penegak hukum, agar benar-benar menindak tegas mereka yang terlibat dalam perdagangan manusia di NTT, papar Yohanes Gore.

Perlindungan terhadap keluarga dan aparat yang menangani kasus kejahatan human trafficking, narkoba, korupsi dan teroris perlu menjadi perhatian. Karena ini kejahatan yang punya jaringan mafia dimana-mana bahkan jaringan internasional. Kejahatan yang saya sebutkan ini merupakan musuh bersama masyarakat NTT dan bangsa Indonesia. Untuk itu saya menghimbau masyarakat NTT, mari kita perangi dan lawan bersama, tegas Putra Nangaroro Yohanes Gore calon legislative dari Perindo.