Bulog Jamin Ketersediaan Beras di NTT Aman Hingga 3,6 Bulan

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepala Perum Bulog Divre Nusa Tenggara Timur (NTT), Efdal Marilius Sulaiman menjamin ketersediaan beras aman hingga 3,6 bulan ke depan atau Agustus 2018.

“Ada juga penambahan stok beras yang sedang dalam perjalanan ke NTT. Jadi untuk masalah beras kita tidak khawatir,” kata Efdal dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-NTT di Kupang, Senin (9/4/2018).

Menurut Efdal, untuk keamanan ketersediaan beras di NTT dipengaruhi juga oleh faktor kelancaran pendistribusian bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) kepada masyarakat. Karena ketersediaan ruang atau gudang di daerah sangat terbatas.

“Sehingga kalau tidak cepat dalam pendistribusian maka tentu akan menghambat kedatangan beras bantuan tersebut dari luar,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, bansos rastra merupakan bentuk operasi pasar terbesar dari Bulog. Sehingga apabila pendistribusiannya lancar, maka sesungguhnya operasi pasar yang biasanya dilakukan menjelang hari raya keagamaan bisa diminimalisir. Karena ketersediaan beras di masyarakat sudah mencukupi kebutuhan yang ada.

“Kalau ketersediaan beras sudah cukup di masyarakat maka mereka tidak lagi berbondong-bondong lagi mencari beras di pasar-pasar,” katanya.

Efdal menyebutkan, sampai dengan April ini, pendistribusian rastra baru mencapai 60 persen. Karena itu, pihaknya meminta dukungan dari pemerintah sehingga proses distribusi bisa lebih cepat dilakukan, terutama di daerah-daerah yang terhambat karena urusan administrasi.

“Ini dimaksudkan agar masyarakat terutama yang di daerah bisa lebih cepat mendapatkan bantuan beras, karena bansos rastra ini merupakan program pemerintah yang memberikan bantuan secara gratis atau tanpa bayar,” paparnya.

Untuk program stabilisasi harga pangan, dia mengatakan, pihaknya memadukannya dengan Program Rumah Pangan Kita. Dan untuk keseluruhan di NTT, sudah ada sekitar 1.000 Rumah Pangan. Khusus di Kota Kupang ada sekitar 290 Rumah Pangan.

“Jadi Rumah Pangan ini juga membantu untuk menjaga stabilisasi harga. Selain beras, kami juga melakukan operasi pasar untuk komoditi bawang, gula pasir, minyak goreng serta tepung terigu,” ujar Efdal.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya selaku Ketua TPID NTT mengatakan, pemerintah memiliki niat baik untuk membantu masyarakat dengan memberikan bantuan beras yang dikenal dengan bansos rastra secara gratis. Namun terkadang dalam pelaksanaannya di lapangan sering kali muncul persoalan.

“Saya banyak mendapat banyak keluhan terkait bansos rastra. Soalnya adapah ketika digratiskan maka semua orang maunya dapat,” katanya.

Karena itu, Lebu Raya menegaskan, perlu dilakukan validasi data penerima bantuan secara akurat. Karena selama ini yang terjadi adalah data hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) selalu berbeda dengan data yang ada pada Kementerian Sosial.