NTT Belum Capai Swasembada Beras

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT ) hingga saat ini belum mencapai swasembada beras karena total produksi tak sebanding dengan konsumsi masyarakat akan beras.

Kepala Dinas Pertanian NTT, Anis Tay Ruba sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Rabu (28/2/2018).

Menurut Anis, rata-rata total produksi beras setiap tahun 800. 000 ton. Sedangkan kebutuhan perkapita pertahun kurang lebih 900.000 ton. Selisih antara produksi dengan kebutuhan yang mengakibatkan Bulog mendatangkan beras dari daerah lain bukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan beras.

“Pengadaan beras untuk memenuhi kekurangan kebutuhan beras itu lebih untuk keperluan gaji PNS, cadangan pemerintah, operasi pasar dan program beras sejahtera (rastra),” kata Anis.

Dia berpendapat, kebijakan Bulog yang mendatangkan beras dari daerah lain termasuk impor beras dari luar negeri beberapa waktu lalu, masih dinilai wajar. Karena pengadaan beras dari luar itu bukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat akan beras. Tapi kebijakan itu lebih untuk memenuhi kekurangan yang ada.

“Kita terus menjaga daerah sentra produksi yang selama ini menjadi lumbung beras NTT sehingga secara perlahan kita tekan beras dari luar,” ujar Anis.

Gubernur Frans Lebu Raya berharap, proyek pembangunan tujuh bendungan di NTT oleh Presiden Jokowi dapat menurunkan penerima Rastra di NTT pada tahun-tahun mendatang.

Bendungan Raknamo yang sudah diresmikan oleh Presiden pada Januari lalu memiliki daya tamping 14 juta meter kubik dan mampu mengairi 1.500 hektar lahan di Kabupaten Kupang.

“Kalau setiap hektar saja bisa menghasilkan beras enam ton, maka berapa ribu ton yang bisa dihasilkan dari proyek itu,” papar Lebu Raya.