Copa NTT Dramatis dan Menegangkan Perseftim Juara Taklukkan Sikka Selection 4-3
Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Bertepatan dengan hari sumpah pemuda, Copa NTT resmi ditutup oleh Kepala Kantor Perwakilan NTT di Jakarta, Berto Lalo. Sebelum partai puncak dilakukan pertandingan amal untuk korban gempa Lembata antara NTT All Star vs Caprina FC yang diperkuat beberapa mantan pemain nasional seperti Heri Kiswanto, Dede Sulaiman, Sanija, Nasir Salasa, Uden Kusuma Wijaya.
Pertandingan yang menegangkan dan dramatis mengantar Perseftim meraih juara Copa NTT 2017 usai mengalahkan Sikka Selection dengan skor 4-3 dalam laga final yang berlangsung di Stadion Ciracas, Jakarta Timur sabtu (28/10/2017).
Pertandingan berjalan alot sehingga memaksa wasit Liga 1 Adiyana bekerja ekstra keras. Dua gol anak-anak dari kaki gunung Ilemandiri terjadi di babak pertama.
Sikka Selection, yang tidak ingin malu di depan publiknya sendiri, menerapkan permainan cepat sejak menit-menit awal pertandingan. Sementara itu Perseftim berusaha bermain lebih sabar untuk memasuki pertahanan Sikka Selection.
Beberapa kali percobaan Sikka Selection tidak mampu menjebol gawang Perseftim. Malah, gawang mereka yang justru kebobolan pada menit ke-28, melalui titik putih hasil tendangan Manto Lanu. Menit ke 30 giliran penyerang Perseftim Erik Tumbaima melakukan solo run dan berhasil mengelabui penjaga gawang Sikka, 2-0 hingga babak pertama berakhir.
Pada paruh kedua, Sikka Selection lebih dominan memberikan tekanan. Menit ke 67 Sikka mendapat pinalti, Andre Ado melakukan dengan baik, skor berubah 2-1. Satu menit kemudian Ignas Bataona membuat skor menjadi 2-2. Tekanan terus dilakukan anak-anak Sikka dan menit ke 75 berkat tendangan bebas dari Martin Pati, Sikka unggul 3-2. Jual beli serangan terjadi dimenit-menit terakhir, Erik berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Babak perpanjangan waktu di menit 92 Perseftim mendapat tendangan bola mati, Ipang melesatkan si kulit bundar tanpa bisa dibendung penjaga gawang Sikka.

Berkat permainan gemilang playmaker Andre Ado, semua percobaan mereka tak mampu memberikan hasil maksimal sehingga pupuslah harapan anak-anak Maumere untuk meraih kemenangan.
Dengan demikian, Perseftim meraih gelar juara Copa NTT tahun 2017 untuk pertama kalinya dan mengantongi uang pembinaan 50 juta, runner up Sikka Selection mengantongi uang pembinaan 35 juta.
Juara ketiga dimenangkan Kupang FC setelah berhasil mengalahkan Persab Belu 2-1. Kupang FC juara 3 memperoleh uang pembinaan 25 juta dan Persab Belu 15 juta.
Milo (Persab) dan Erik Tumbaima (Perseftim) memenangkan sepatu emas Copa NTT masing-masing mencetak 5 gol dan mendapat bonus 5 juta. Andre Ado Sikka Selection terpilih sebagai man of the match dalam partai yang berakhir dengan dramatis.
Baca juga : Final Copa NTT Sebagai Mementum, Perseftim vs Sikka Selection
Usai partai final pendukung Perseftim tumpah ruah ke lapangan menyambut kemenangan. Lapangan bola sekejab berubah menjadi arena dansa, tarian dolo dolo dan ja’i tampak dimainkan oleh para supporter yang sudah memenuhi stadion dari pukul 15.00. Sementara disudut lapangan tampak para pendukung Sikka tak percaya dengan kekalahan yang dialami timnya, bahkan beberapa pendukung setianya sampai meneteskan airmata.

“kami tidak sedih, kami terharu, pemain sudah bermain maksimal, tertatih-tatih di babak pengisian namun kami bisa lolos hingga babak final, kalah menang tidak masalah, pemain bermain sangat bagus. Sayang dewi fortuna belum memihak pada kami” komentar Asti Parera yang berprofesi sebagai perawat disalah satu Rumah Sakit dibilangan Pantai Indah Kapuk.
Dukung Asprov DKI Jakarta benahi Pembinaan Usia Muda
Salah satu calon ketua Asprov PSSI DKI Jakarta Komisaris Besar Polisi Uden Kusuma Wijaya turut menyaksikan laga final Copa NTT bersama para mantan pemain PSSI yang mendukung pencalonannya. Dijumpai di tribune penonton petinggi Bayangkara FC ini tanpa ragu memaparkan keinginannya untuk membenahi sistim pembinaan pemain di DKI dan membangun kompetisi yang berjenjang guna melahirkan pemain usia muda, sehingga dapat berkontribusi bagi sepakbola nasional.
Didukung barisan mantan pemain Persija dan PSSI, Uden optimis mampu membenahi sepakbola DKI jika masyarakat bola memberikan amanah tersebut kepadanya. Apalagi masyarakat diaspora NTT Jakarta turut mendukung, ini amunisi baru bagi saya, papar Uden calon perwira tinggi dari satuan Brimob Polri.
“Kami berharap Pak Uden bisa memimpin Asprov DKI sehingga masyarakat bola diaspora NTT bisa bekerjasama dan bahu membahu memberikan kontribusi bagi sepakbola DKI” tambah coach NTT All Star Kolonel.Adm.Nelson Noak, mantan pemain PSK Kupang di era 80-an. Dukungan yang sama diberikan Kolonel Gabriel Lema teman seletingnya yang datang dari Papua guna bermain bersama NTT All Star di Stadion Ciracas.
“Saya dukung bukan karena kami satu angkatan, kemampuan dan leadershipnya bagus, dan dunia sepakbola sangat butuh orang seperti beliau, sambung Inspektorat Kodam Cendrawasih Kol.Gabriel Lema.
Kehadiran mantan pemain NTT All Star, Persija, PSSI dan Calon Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta merupakan dukungan nyata terhadap penyelenggaraan turnamen diaspora NTT. Pemikiran dari para mantan pemain NTT agar turnamen ini dijadikan agenda tahunan dan lebih diprioritaskan kepada pemain usia dini sehingga dari turnamen ini dapat melahirkan pemain masa depan NTT. Jika hal ini dilakukan tentunya akan bersinergi dengan program Kombes Pol Uden Kusuma Wijaya, ini salah satu dukungan nyata masyarakat dispora NTT untuk Asprov DKI.

