Final Copa NTT Sebagai Mementum, Perseftim vs Sikka Selection

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – COPPA NTT 2017 sedang melangkah pada penghujungnya. Final turnamen yang dibuat untuk memenuhi dahaga masyarakat sepakbola Diaspora NTT dan masyarakat Jakarta ini akan mempertemukan Perseftim (Flores Timur) dan Sikka Selection (Maumere), dua kesebelasan dari daerah yang selama ini mendominasi pentas sepakbola di Nusa Tenggara Timur. Final akan dilaksanakan Sabtu (28/10/2017) di Stadion Ciracas pukul 19.00 wib. Komjen Pol.(Pur) Gories Mere Staf Khusus Presiden RI diagendakan akan menutup Turnamen yang sudah bergulir sejak 6 Agustus 2017.

Sikka Selection harapan baru masyarakat Maumere adalah pendatang baru dikancah sepakbola masyarakat diaspora NTT di Jakarta. Sementara Perseftim merupakan tim yang telah malang melintang di kancah sepakbola baik di NTT maupun di Jabodetabek.

Pertemuan kedua tim ini merupakan final ideal, karena kedua tim diperkuat oleh pemain muda berbakat yang lahir dari Sekolah Sepakbola dan Academy Sepakbola di Pulau Jawa. Perseftim punya jenderal lapangan Erik Weking dan ditopang tukang gedor yang cerdik Manto Lanu. Sikka Selection ada sederetan bintang muda seperti sang kreator serangan Andre Ado, Komasius Bataona dan penyerang berbakat Martin Pati.

Pertandingan penuh gengsi, setelah terakhir ke dua daerah ini bertemu di El Tari Memorial Cup Maumere 2015, Persami unggul 1-0 atas Perseftim. Untuk pertama kalinya ke dua tim bertemu di Copa NTT, Sikka Selection yang merepresentasikan Maumere, bisa jadi pelampiasan bagi anak-anak Flores Timur untuk membalas kekalahan mereka di El Tari Memorial Cup 2015.

Pertandingan yang akan disaksikan ribuan pasang mata ini akan menjadi momentum kebangkitan sepakbola NTT setelah sekian lama tak terdengar di kancah nasional. Pendukung kedua tim sudah pasti akan membludak memenuhi Stadion Ciracas.

Panitia penyelenggara berkewajiban memberikan jaminan keamanan dan telah menyatakan kesiapannya. Pertandingan yang akan disaksikan penggemar bola dan para pejabat/tokoh NTT yang datang dari berbagai daerah pendukung ke dua kesebelasan.

Aparat keamanan telah siap. Lalu apakah masyarakat sepakbola diaspora NTT juga sudah siap ? Masyarakat bola diaspora NTT yang menjadi sorotan kali ini adalah pendukung Maumere dan pendukung Flores Timur.

Yang kita harapkan nanti supporter kedua tim mematuhi segala kesepakatan dan aturan yang sudah disampaikan panitia tanpa yel-yel berbau provokasi ataupun ejekan dan berperilaku sewajarnya selama di Stadion, menang atau kalah konsekuensi dari suatu pertandingan.

Baca juga : Hasil Pertandingan Semi Final Copa NTT, Perseftim dan Sikka Selectian Jumpa di Final

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, rekan-rekan yang bertugas sebagai keamanan diwajibkan tegas dalam bertindak dan lembut dalam bersikap, namun tetap profesional. Yang kita harapkan semua berjalan lancar, pertandingan diwarnai aksi-aksi menarik, gol-gol spektakuler, adu taktik masing-masing pelatih, sorakan bergantian dari tribun, dan tepukan tangan membahana dari segala penjuru stadion. Jika itu semua bisa terjadi, hal itu akan melengkapi berkumandangnya lagu “Flobamora Tanah Air Beta” secara serempak dari tanah hingga langit Ciracas, itu yang menandakan optimisme kebangkitan sepakbola NTT.

Final Copa NTT memang menjadi puncak dari segala momentum perubahan sepakbola NTT kedepannya. Laga final Copa NTT ini dijamin atraktif karena kedua kesebelasan akan menampilkan pemain terbaiknya. Partai ini akan dipimpin oleh wasit dari Liga I PSSI.

Jika final ini terselenggara dengan baik dan aman, ini adalah indikator telah dewasanya masyarakat sepakbola diaspora NTT di Jakarta. Jika nanti pada kenyataannya aman dan tidak ada sedikit pun gangguan keamanan, dapat disimpulkan ada perkembangan yang sangat progresif. Kita bisa melihat masa depan cerah sepakbola NTT dan Indonesia. Momentum bukanlah sekadar tentang waktu, ia adalah usaha yang bertemu dengan takdirnya.

NTT ALL STAR VS CAPRINA
Sebelum partai puncak Copa NTT penonton akan dihibur dengan penampilan mantan-mantan pemain baik dari NTT maupun mantan pemain PSSI yang akan memperkuat kesebelasan Caprina.
Nama-nama seperti Fahry Francis (Bank Suma), Yopie Riwoe (Persija), Daniel Boro (Bank Jateng), Lourens Fernandez (Merpati Galakarya), Agustinus Maufa dan Frans Watu (Galatama), Yun Bali, Verri Billy, Napaleon Amtiran, Roy Wila (PSK Kupang), Elthon Wona, Christoforus, Carel Dhae (PSN) dan beberapa nama yang tidak asing di era 90an akan ditantang Caprina yang akan diperkuat beberapa mantan PSSI seperti Heri Kiswanto, Louis Mahodin, Dede Sulaeman, Mundari Karya dan Ruli Nere dan beberpa pemai asal Maluku.

Caprina Bali merupakan tim sepakbola semi pro pertama di Pulau Dewata. Didirikan oleh mendiang Herlina Kasim atau yang dikenal dengan Gending Emas, merupakan salah satu tim Galatama tertua di era 1983/1984. Dua tahun mengikuti kompetisi semi pro (Galatama), lalu bubar karena diterpa isu suap. Setelah itu baru muncul Bali Yudha sempat mengikuti satu musim kompetisi Galatama di era 1984, Gelora Dewat (1989) yang sempat menjuarai kompetisi Galatama tahun 1983 mengalahkan Mitra Surabaya. Gelora Dewata berubah nama menjadi Deltras Sidoarjo setelah dibeli Pemda Sidoarjo (2001).

Setelah era Galatama prestasi sepakbola Bali menjadi redup, baru ditahun 2003, Perseden Denpasar lolos promosi ke kasta Divisi Utama PSSI. Tahun 2005 Persegi Bali FC hasil merger antara Persegi Gianyar dan Bali FC sempat meramaikan papan atas Liga Indonesia. Masyarakat Pulau Dewata boleh berbangga karena sampai saat ini mereka masih punya klub papan atas, Bali United.

Pertandingan NTT All Star vs Caprina mrupakan partai amal dalam rangka pengumpulan dana bencana untuk korban gempa di Lembata dan terbakarnya situs kampong adat di Sumba Barat, tutur Nelson Noak pelatih NTT All Star. Beberapa pemain NTT All Star seperti Paulce Kia dan Adnang Mahing yang datang dari luar kota saat ini sudah tiba di Jakarta.

Sementara itu Manejer Tim Caprina Tomy Arief dalam releasenya menyampaikan bahwa Caprina akan diperkuat mantan pemain seperti Mundari Karya, Gito, Desta, Jaya Arief, Bambang Bogel dan beberapa mantan PSSI seperti Heri Kiswanto, Ruli Nere, Dede Sulaiman, Louis Mahodin, Yohanes Auri dll. Kombes Uden Kusumawijaya calon ketua Asprov PSSI DKI Jakarta akan ikut bermain bersam Caprina, sambung Tommy mantan Direktur Media dan IT PSSI.