“Mafia” Tapal Batas, Angelino Minta Usut Tuntas Kasus Harley Davidson

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlimenow.com – Terungkapnya kasus 25 peti berisi motor gede jenis Harley Davidson yang dalam kondisi pretelan atau dipisah-pisahkan dalam container Mentariline di pelabuhan Atapupu, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu beberapa waktu lalu mendapat sorotan dari DPRD Propinsi NTT.

Anggota Komisi III DPRD NTT, Angelino Da Costa menyebutkan, sampai terjadinya kasus ini karena kecolongan aparat kita yang bertugas di wilayah perbatasan. Mungkin saja selama ini sudah terjadi kasus atau hal-hal besar cuman tidak diketahui.

“Sekarang baru kita tahu kasusnya besar. Ini lemahnya aparat kita di perbatasan dalam pengawasan. Akibatnya potensi kerugian negara yang begitu besar,” ujar dia yang dikonfirmasi media melalui via WhatsApp, Selasa malam (10/10/2017).

Terkait pengungkapan tersebut Angelino memberikan apresiasi kepada petugas yang telah menggagalkan pengiriman barang itu dan mendukung pihak Bea dan Cukai Atambua yang tengah menangani kasus tersebut.

“Untuk temuan ini kita beri apresiasi. Tapi kita minta supaya aparat di perbatasan harus di evaluasi menyeluruh. Ada indikasi para oknum penyelundup main mata dengan oknum-oknum tertentu di perbatasan, sehingga mudah masuk,” ucap dia.

Ditegaskan lagi Angelino bahwa, evaluasi aparat petugas di tapal batas Belu harus dilakukan besar-besaran. Tempatkan orang-orang yang profesional dan nasionalisme yang tinggi demi menjaga batas negara sebagai beranda NKRI. Juga menjaga kehormatan bangsa dan daerah rai Belu jangan mencoreng dengan hal-hal yang berbau illegal.

Baca juga : 25 Peti Berisi Sparepart Moge Dibongkar Bea dan Cukai Atambua

“Selama ini banyak mafia-mafia perbatasan. Ya bisa juga dikatakan seperti itu selama ini banyak yang sudah lolos kita tidak tahu, kebetulan kali ini baru ketahuan,” sebut Politisi PAN itu.

Dia menyampaikan apresiasi kepada petugas Bea dan Cukai Atambua yang telah menangani kasus dengan serius, terbuka dan transparan, dan berharap usut tuntas sehingga otak di belakang masalah ini segera terungkap.

“Kita berharap dengan kasus ini yang terakhir dan petugas pengawasan di perketat dan berlapis. Apabila ada oknum aparat yang terindikasi terlibat di proses sesuai hukum yang berlaku. Sehingga jadi efek jera bagi petugas yang lainnya,” tandas Angelino.

Diberitakan sebelumnya, proses penyelidikan terhadap masalah tersebut tengah berjalan ditangani pihak Bea dan Cukai Atambua. Petugas sedang melakukan pencacahan secara terbuka dan transparan, dan masih mendalami dokumen terkait barangnya sehingga belum diketahui siapa pemilik barang tersebut.

Dugaan container yang berisi sparepart motor gede diduga masuk dari negara tetangga Timor Leste ke Indonesia melalui salah satu pintu lintas batas negara RI-RDTL gagal diberangkatkan Anggota Kodim 1605/Belu dan Sub Den POM Atambua ketika hendak dikirim ke Surabaya melalui pelabuhan Atapupu, Selasa (3/10) lalu.

Dalam pembongkaran container oleh petugas Bea Cukai didalam besi kotak itu terdapat 25 peti yang mana beberapa bagian peti telah rusak sehingga jelas terlihat beberapa sparepart moge jenis Harley Davidson seperti ban, shock, rangka, setir, Tanki, lampu serta beberapa alat lainnya.