Pengguna Aplikasi BLAST Polres Belu Capai 1300 Lebih
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Baru satu bulan lebih respon masyarakat di wilayah Belu dan Malaka sangat tinggi menggunakan aplikasi BLAST berbasis Android program Kepolisian Resor (Polres) Belu.
Pasalnya, sejak dilaunching bulan Agustus lalu hingga saat ini progam BLAST inovasi berbasis informasi dan teknologi (IT) yang diluncurkan Polres Belu guna mendekatkan, mengoptimalkan dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat di dua wilayah telah dimanfaatkan sekitar ribuan orang.
Demikian Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan yang dikonfirmasi media usai upacara HUT TNI ke-72 di lapangan umum Atambua, terkait perkembangan aplikasi BLAST.
Yandri mengatakan, program BLAST sudah berjalan pasca dilaunching dan spanduk-spanduk telah dipasang. Warga yang sudah instal aplikasi itu kalau sesuai data kita sekarang kurang lebih 1.300 lebih.
“Yang memanfaatkan itu sudah banyak. Laporan-laporan yang masuk ke kita sudah banyak yang pakai aplikasi itu,” terang Yandri.
Baca juga : Sudah 11 Peti Isi Spare part Moge Dibongkar Bea Cukai
Lanjut mantan Kapolres Flotim itu, dengan jumlah data yang telah kita terima, ini pertanda bahwa respon masyarakat di wilayah Belu dan Malaka sangat tinggi untuk mendapatkan pelayanan dari Polres Belu.
Ditambahkan, pihaknya akan terus mensosialisasikan Aplikasi BLAST ini kepada masyarakat di Belu dan Malaka sehingga dapat dimanfaatkan terutama untuk medapatkan pelayanan secara cepat dan mudah.
“Tinggal kita sosialisasikan lagi, rencana mulai pertengahan bulan menghadapi 28 Oktober kita akan ke sekolah-sekolah. Kita penyuluhan sekaligus sosialisasi kepada para pelajar,” ujar Yandri.
Aplikasi BLAST merupakan sebuah aplikasi berbasis android yang didalamnya ada beberapa menu pelayanan Polres Belu. Ada empat inovasi utama aplikasi BLAST yakni, BLAST Droid, Border Security, Button Stationary dan Smart City, dan warga yang mau mengakses aplikasi tersebut bisa download melalui playstore secara gratis.

