IMI NTT Siap Sukseskan Gelaran Supermoto Asia Seri Ketiga
Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Ikatan Motor Indonesia (IMI)NTT siap membantu pemerintah untuk menyukseskan gelaran Supermoto seri Asia yang rencananya akan digelar pada 26 hingga 28 oktober 2016 mendatang. Gelaran supermoto yang akan digelar di Kota Kupang merupakan gelaran seri ketiga untuk tingkatan Asia.
Ketua IMI NTT, Tellendmark Daud kepada wartawan, Jumat (27/7/2018) mengatakan, untuk gelaran supermoto di Kota Kupang, pihak event organizer (EO) penyelenggara lewat promotor, Frans Tanujaya, akan melakukan survei lokasi pada Senin, 30 Juli nanti. Tim survey akan melihat lokasi yang akan dijadikan tempat gelaran supermoto.
“Tadi promotor penyelenggara, Frans Tanujaya sudah menghubungi saya bahwa mereka akan turun melakukan survey. Frans Tanujaya yang juga mantan pembalap dan juga juara nasional motor cross akan turun bersama beberapa tim dari jakarta untuk melihat langsung tempat yang ajang gelaran supermoto,” kata Tellend.
Menyangkut lokasi untuk ajang supermoto, Telend mengaku, pihak IMI sudah melirik beberapa lokasi ditengah Kota. Alasanya, untuk balapan supermoto hanya membutuhkan track lurus sepanjang 150 meter dan track berlumpur yang tidak terlalu panjang. Untuk itu ada beberapa tempat yang akan diusulkan kepada promotor penyelenggara, seperti lokasi diseputaran perkantoran Kantor Gubernur, dan Kantor Walikota Kupang, di seputaran pusat perbelanjaan Transmart, di Kelurahan Kolhua tepatnya disekitaran jembatan Petuk, dan lahan milik pemerintah Kota Kupang di Kelurahan Naioni.
“Itu beberapa tempat yang akan kami rekomendasikan. Namun semuanya tergantung EO nya,” kata Tellend.
Ketika disinggung menyangkut biaya penyelenggaraan, Telend mengaku, menyangkut penganggaran semuanya di Pemerintah, pihak IMI hanya membantu pemerintah untuk berkoordinasi menyangkut penyelenggaraan.
Meskipun gelaran supermoto merupakan event berskala Internasional, kata Tellend, pihak IMI akan berupaya meminta kepada pihak penyelenggara untuk melibatkan pembalap lokal, meskipun dalam bentuk eksebisi. Hal ini untuk memotivasi pembalap lokal agar bisa merasakan lomba berskala Internasional, sekaligus memotivasi mereka untuk berprestasi lebih tinggi di dunia otomotif.

