Gubernur NTT Buka Festival Sandelwood Dan Tenun Ikat

Bagikan Artikel ini

Laporan Mohammad Habibudin
Waingapu, NTTOnlinenow.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Drs.Frans Lebu Raya, Senin (3/7/2017) membuka festival kuda sandelwood yang dilakasanakan di daratan pulau Sumba dengan acara pembukaan festival tenun ikat di Kabupaten Sumba Timur diiringi dengan parade kuda sandelwood yang pelepasannya dari Bandara Udara Umbu Mehang Kunda menuju taman rekreasi Suembak Matawai Waingapu.

Parade 1000 kuda sandelwood dan festival tenun ikat adalah event bergengsi bertaraf Internasional yang digelar di pulau Sumba NTT yang semulanya digelar pada Bulan Mei namun diundur pada Bulan Juli 2017.

“Kita berharap dengan digelarnya festival 1000 kuda dan tenun ikat di Sumba Timur dapat mendatangkan para wisatawan manca negara di pulau Sumba,”kata Frans lebu Raya.

Bupati Sumba Timur, Drs.Gidion Mbilijora ketika di konfirmasi disela-sela kegiatan mengatakan, kegiatan parade 1000 kuda sandelwood yang dilakukan hari ini adalah kuda sandelwood asli dan terpilih berasal dari pulau Sumba.

Baca : Polsek Kota Waingapu Himbau Jangan Salah Gunakan KKMT Ternak

“Kuda ini kita lakukan pemurnian sehingga tidak dicampur aduk dengan kuda-kuda lainnya, khusus untuk parade kuda sandel dan tenun ikat yang kita nikmati ini sekaligus menjadi pintu masuk obyek wisata di Sumba Timur,” kata Gidion.

Menurut Gidion, festival 1000 kuda sandelwood akan digelar di Pulau Sumba yang awalnya berlangsung sesuai jadwal di empat Kabupaten yakni di Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan berakhir di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Gidion juga menjelaskan, selain parade kuda sandelwood salah satunya adalah kerajinan tenun ikat Sumba Timur yang sudah terkenal di belahan dunia yang saat ini kita tampilkan beragam corak dan jenis tenun ikat asli Sumba Timur yang menjadi warisan budaya.

“Jadi untuk tenun ikat juga, nanti akan di gelar di Kabupaten Sumba Barat Daya, kita berharap dengan event ini setiap Kabupaten yang disinggahi nanti mempunyai pameran khas budaya daerah sehingga menjadi salah satu nilai tambah buat pemerintah pusat khusunya Kementerian Pariwisata,”harapnya.