1000 Aparat Gabungan Amankan Hari Raya Idul Fitri di Perbatasan Belu-Malaka
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kurang lebih 1000 personel gabungan dari Polri, TNI serta Instansi Pemerintah terkait dikerahkan untuk pengamanan hari raya Idul Fitri 1438 H di wilayah Kabupaten Belu dan Malaka, Timor Barat perbatasan RI-Timor Leste.
Demikian disampaikan Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan kepada media usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Turangga-2017 yang berlangsung di lapangan upacara Makopolres Belu, Senin (19/7/2017).
Menurut Yandri, untuk kesiapan pengamanan operasi ramadniya turangga 2017, khusus di wilayah Kabupaten Belu dan Malaka secara riil personel yang disiapkan sangat maksimal, dan pada dasarnya kita semua bertanggungjawab.
“Kita akan fokus pengamanan, personel Polres di back upa juga dari Brimob, Kodim Belu, Subden POM dari instansi terkait Satpol PP, Dishub yang kita libatkan,” ujar dia.
Jelas Yandri, operasi Ramadniya Turangga-2017 ini operasi kemanusiaan. Jadi selayaknya seluruh instansi Pemerintah yang terlibat di dalam pelayanan kepada masyarakat idealnya harus sama-sama Kepolisian untuk mengamankan.
“Untuk pengamanan secara riil seluruh personel Polres baik itu di Belu dan Malaka kita kerahkan ditambah instansi terkait, sekitar 1000 personel,” urai mantan Kapolres Flotim itu.
Dikatakan, operasi ramadniya turangga-2017 pengamanan hari raya Idul Fitri 1438 H di wilayah Kabupaten Belu dan Malaka akan berlangsung 16 hari mulai 19 Juni sampai dengan 4 Juli mendatang.
Baca : Satgas Yonif 712 Pererat Hubungan Pengamanan Perbatasan Dengan UPF Timor Leste

“Sasarannya target pelaksanaan operasi situasi di Kabupaten Belu dan Malaka, masyarakat melaksanakan ibadah dan hari raya dengan aman,” ucap Yandri.
Jelas dia, kebijakan Presiden melalui Kapolri bahwa, selain aman juga harga pangan itu tetap stabil. Jadi, operasi ini berbeda dengan biasanya, biasanya yang hanya mengamankan saja kita juga akan membantu Pemerintah dalam menstabilkan harga pangan atau sembako menghadapi lebaran.
Diharapkan, kita dari Polres Belu dan aparat keamanan khususnya TNI-Polri, tentunya kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan dari masyarakat, tokoh agama dan juga instansi terkait, sama-sama kita menjaga situasi Kamtibmas di Belu dan Malaka.
“Kita butuh sinergitas dari seluruh elemen masyarakat dan instansi dalam pelaksanaan operasi ini. Jika ada hal-hal yang dapat berpotensi menggangu kamtibmas secepatnya di informasikan ke kami,” pinta Yandri.
Untuk diketahui, hadir dalam apel tersebut Dansatgas RI-RDTL Yonif 712/WT, Pasi Ops Kodim 1605/Belu, Dansubdenpom Atambua, Ketua MUI Atambua, Kepala Bandara A.A Bere Tallo, Danki Brimob Atambua, Kepala RRI Atambua, Kepala BRI Atambua, Kepala Terminal Atapupu, Pimpinan OPD terkait serta para Perwira Polres Belu. Peserta apel terdiri dari personel Polres Belu, Brimob, Kodim Belu, Subden Pom Atambua, Satpol PP, Dishub Belu, Senkom dan pelajar pramuka.

