Polisi Amankan WNA Penjual Obat Herbal Tanpa Izin di Rote

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Seorang pria bernama Lin Shui Ceng (34), Warga Negara Asing (WNA) asal Cina bersama seorang wanita sebagai penerjemahnya bernama Sinah (34) ditangkap karena menjual obat ramuan herbal berbentuk pil dan kapsul namun tidak mampu menunjukkan izin penjualan obat.

Kabid Humas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), AKBP Jules Abraham Abast mengatakan, polisi menangkap keduanya pada, Rabu (31/5/2017) sekitar pukul 09.20 Wita, bertempat di kos milik Soleman Leoanak di Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao.

“Berdasarkan informasi dari beberapa warga, WNA tersebut mengaku sebagai seorang Dokter, sedangkan penterjamahnya adalah seorang Perawat dan keduanya telah menjual obat ramuan herbal berbentuk pil dan kapsul kepada beberapa orang warga masyarakat di beberapa Kecamatan di Kabupaten Rote Ndao,” ujar Jules.

Jules menjelaskan, kedua pelaku tersebut datang dari Kupang ke Rote Ndao pada 16 Mei 2017 dengan menggunakan sepeda motor, selanjutnya mereka mencari kos-kosan di wilayah Pantai Baru.

Setelah itu, keduanya pergi ke kampung-kampung di wilayah Rote Timur dan menawarkan kepada beberapa masyarakat bahwa yang bersangkutan mampu mengobati pasien sehingga masyarakat pun tertarik, dan mereka juga menawarkan obat-obatan tanpa izin dari pihak Balai POM (tidak terdaftar) kepada masyarakat.

Baca : Bulog NTT Janji Ganti Beras Sejahtera yang Rusak

Jules mengungkapkan, ada perbedaan data mengenai WNA tersebut yakni sesuai dengan identitas pada paspor nama Lin Shui Cheng , Laki-laki, 34 Tahun, Tempat Tanggal Lahir (TTL), China 03 Juni 1982, Agama Budha, Kewarganegaraan China, No Passport E43822386. Sementara identitas yang tertera dalam SIM A yang bersangkutan yakni Lin Shui Cheng, TTL, Teluk Betung 03 Juni 1982, Pekerjaan Swasta, Alamat Jl. Ikan Tongkol No. 137 RT. 4/Teluk Betung Kota Bandar Lampung.

Sedangkan identitas penerjemahnya yakni bernama Sinah Perempuan, 34 Tahun, Tempat tanggal lahir, Teluk Melana 05 November 1982, Agama Hindu, Pekerjaan Karyawan Swasta, Pendidikan Terakhir SMP (Tamat), Alamat Utan Jaya No. 105, RT. 003/RW.003, Kelurahan Pondok Jaya Kecamatan Cipayung Kota Depok Provinsi Jawa Barat.

Barang bukti yang turut diamankan yakni uang sebesar Rp 3.754.500, Mata uang China sebesar 405 Yuan, satu unit HP 1 merek vivo, 2 buah kartu tanda pengenal, foto copy paspor dengan no. 43822386 atas nama Lin Shui Chen, empat kantong obat obatan, satu dos obat jamu ginjal sea horse jhenshen, 6 ikat plastik kemasan obat. 5 ikat kertas lebel untuk kemasan, satu bungkus plastik yang berisi berisi pil.

“Para tersangka diduga melanggar UU Kesehatan sebagaimana yg dimaksud dlm pasal 196 jo psl 98 ayat (2) UU no. 36 thn 2009 tentang Kesehatan,” urai Jules.