Pemkab TTU Target Bangun RLH Satu Desa Setiap Kecamatan

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menargetkan pembangunan rumah layak huni (RLH) satu desa di setiap kecamatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di daerah itu.

Bupati Timor Tengah Utara, Raymundus Sau Fernandez mengatakan, untuk merealisasikannya maka pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 45 miliar untuk pembangunan rumah layak huni dimaksud.

“Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan rumah layak huni ini masuk dalam dana Bansos. Karena itu, semua calon penerima harus terdaftar di dalam Peraturan Bupati,” katanya kepada wartawan di Kupang belum lama ini.

Ray Fernandez, sapaan Raymundus Sau Fernandez mengatakan, tahap awal pembangunan rumah layak huni itu rencana akan dilaunching April 2017 mendatang dengan target minimal satu kecamatan satu desa yang mendapatkan bantuan rumah layak huni dimaksud.

Semua desa yang sudah ditetapkan mendapatkan rumah layak huni itu, calon penerimanya membuat surat permohonan kepada bupati untuk mendapatkan bantuan. Pembangunan rumah layak huni menjadi prioritas, karena pihaknya berkomitmen untuk menurunkan angka kemiskinan. Ini adalah salah satu variable kemiskinan paling tinggi diukur dari kepemilikan rumah.

Baca : Pemkab TTU Terapkan Program Tabungan Pensiun Bagi Petani

Ray Fernandez menjelaskan teknisnya, dana itu ditransfer melalui rekening masyarakat penerima rumah layak huni. Pembangunan rumah-rumah tidak dalam bentuk proyek tetapi masyarakat sendiri yang akan membelanjakan uang itu dan mengerjakan sendiri rumahnya.

“Pemerintah hanya menentukan dua bulan yaitu bulan April dan Mei sebagai bulan Bhakati Gotong Royong dan kita fokus untuk menyelesaikan rumah layak huni,” kata bupati dua periode itu.

Politisi PDI Perjuangan yang digadang-gandang menjadi calon Gubernur NTT itu menambahkan, pada tahun 2014 lalu angka kemiskinan di TTU sebesar 34,10 persen, dan di tahun 2016 angka kemiskinan turun menjadi 22,18 persen.

Berdasarkan itu, maka dia sangat optimistis kalau hingga tahun 2021 angka kemiskinan dibawah 10 persen karena ditanggulangi dengan program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dia menambahkan, cita-citanya akan membawa TTU keluar dari daerah tertinggal dan kemiskinan. Untuk membawa daerah itu bisa keluar dari daerah tertinggal dan miskin maka harus ada program unggulan yang pro rakyat.