Honing Sanny Komitmen Hilangkan Stigma Miskin
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Bakal calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Honing Sanny menyatakan komitmennya untuk menghilangkan stigma miskin NTT sebagai provinsi miskin. Hal ini sesuai dengan ‘NTT Bersih’ yang menjadi moto perjuangannya.
Hal ini disampaikan Honing Sanny saat menggelar pertemuan dengan sesepuh Ende- Lio di aula Koperasi Solidaritas, Kelurahan Kayu Putih, Kupang, Minggu (5/3/2017).
Menurut Honing, apabila dipercayakan oleh masyarakat NTT maka di lima tahun kepemimpinannya ke depan dapat menghilangkan stigma NTT sebagai provinsi terkorup. Sebab, jika korupsi dikurangi atau bahkan dihilangkan, maka kemiskinan di NTT dapat dientaskan.
“Untuk itu, harus diwujudkan melalui birokrasi yang bersih dan mengetahui sumber daya birokrasi di NTT dan kategori kompetensi agar ditempatkan sesuai potensi. Paling penting adalah angkat kembali birokrasi yang jadi instrumen utama dalam pemberantasan korupsi,” katanya.
Honing mengatakan, setelah meminta izin kepada sesepuh Ende di Kupang dan melalui Anis Pake Pani yang telah menyatakan mendukung niatnya untuk maju pilgub, maka ia semakin memantapkan niatnya untuk maju mencalonkan diri dalam pilgub mendatang.
Dalam pertemuan itu, keluarga besar Ende di Kupang mendorong Honing Sanny yang telah menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pemilihan gubernur tahun 2018 mendatang untuk segera melamar Bupati Kupang Ayub Titu Eki untuk mendampinginya maju dalam pilgub mendatang. Sebab, dengan melamar calon wakil gubenur maka akn lebih memudahkan dalam sosialisasi ke depan.
Baca : Honing Sani Siap Maju Cagub NTT 2018
Sesepuh Ende di Kupang, Yohannes Pake Pani yang juga mantan Wakil Gubernur NTT ini mengatakan, pilihan menggandeng Bupati Kupang Ayub Titu Eki untuk maju mendampingi Honing merupakan pilihan tepat. Sebab, menurut Pake Pani, sosok Titu Eki adalah figur putra Timor yang bersih dalam konteks korupsi sehingga sejalan dengan tekad ‘NTT Bersih’ yang diusung Honing.
“Selain itu, Titu Eki juga memiliki dedikasi yang cukup dan merupakan tipe pemimpin pekerja keras untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat,” tandasnya.
Honing sendiri mengaku, sudah menjadwalkan waktu untuk bertemu dan meminta kesediaan Titu Eki mendampinginya maju di pilgub. “Kalau tidak ada perubahan, maka hari ini atau besok (Minggu atau Senin) akan hasilkan komposisi yang pas dan kalau sudah siap baru kami akan minta partisipasi masyarakat untuk kumpulkan KTP,” kata Honing.
Dia berharap, proses pengumpulan KTP dapat dilkukan secepat mungkin untuk memenuji persyaratan untuk bisa maju melalui jalur independen. Diakuinya, sejauh ini telah membangun komunikasi intensif dengan Bupati Ayub Titu Eki dan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi ia akan menyatakan sikap.
Dijelaskannya, terkait dukungan, selain membangun komunikasi dengan warga Ende sebagai dukungan dasar, dia juga telah membangun komunikasi dengan kelompok masyarakat lainnya. Sehingga, nantinya tidak kontra produktif kalau mendapatkan dukungan dari luar tetapi tak mendapatkan dukungan dari warga Ende.
Selain berupaya mengumpulkan KTP, tambah Honing, dia juga terus bersosialisasi diri dan melakukan pendekatan dengan partai politik. Mengingat parpol pada umumnya menentukan calon berbasis survei, maka dia berharap dapat dimasukkan dalam survei partai politik.

