Cis Timor Atambua Sosialisasi Program Pertanian Cerdas Iklim di Desa Binaan
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Circle of Imagine Society (CIS) Timor bekerjasama dengan Catholic Relief Services (CRS) Indonesia akan mengimplementasikan program di 5 Desa di Kabupaten Belu yaitu, Desa Tasain, Rinbesihat, Umaklaran, Dafala dan Bauho.
Program tersebut dalam rangka meningkatkan ketahanan masyarakat melalui Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana (Incident-increase people’s resilience through Climate Change Adaptation and Disaster Risk Reduction).
Demikian diungkapkan Project Manager CIS Timor Atambua Wendelinus Inta kepada media, Sabtu (29/10/2022) malam.
Menurut Wendi, project Incident akan focus pada komunitas rentan guna mencapai ketahanan jangka lanjang terhadap guncangan dan tekanan iklim dan bencana.
Project ini jelas dia memiliki 3 tujuan antara lain, masyarakat rentan di Kabupaten Belu secara efektif mempersiapkan dan beradaptasi dengan dampak perubahan iklim dan bencana melalui pertanian yang lebih baik.
Masyarakat dan Pemerintah Daerah, LSM, Ormas dan pemangku kepentingan utama lainya di Belu secara efektif mempersiapkan, memitigasi, dan beradaptasi dengan resiko bencana & Iklim serta rumah tangga rentan di Belu lebih tangguh secara finansial.
Diutarakan, pada bulan September 2022 awal program Incident telah melakukan survey awal hanya di dua desa sample yaitu, Desa Dafala dan Tasain. CIS Timor yang didukung oleh CRS telah melakukan juga peluncuran program di tingkat Kabupaten pada tanggal 4 Oktober 2022 lalu.
Dijelaskan, Cis Timor didukung CRS sudah melakukan sosialisasi dan diskusi di tingkat desa dalam bulan Oktober. CIS Timor menyampaikan tujuan program, target, waktu, sasaran, serta pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam program ini.
Lanjut Wendi, tujuan pertemuan peluncuran program Incident yakni untuk menjelaskan tentang Incident project kepada masyarakat penerima manfaat, Pemerintah Desa (pemangku kepentingan kunci) dan mengembangkan detail rencana pelaksanaan program untuk tahun pertama. Pemangku kepentingan utama diidentifikasi dan dipetakan sesuai kemampuan dan kesenjangan di tingkat desa.
Masih menurut dia, Cis Timor bersama CRS sudah melakukan sosialisasi project Incident mendukung pertanian yang cerdas iklim serta pengendalian hama di beberapa desa binaan.
“Kemarin kita gandeng pihak Bioboost sosialisasi di Desa Rinbesihat terkait dengan menggunakan pupuk Bioboost yang merupakan pupuk organik,” terang Wendi.

