Deker Putus, Akses Menuju Pusat Kecamatan Raimanuk Lumpuh Total
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Deker di Desa Duakoran yang menjadi akses utama menuju ibu Kota Kecamatan Raimanuk putus sejak pekan lalu akibat bencana longsor setelah hujan lebat yang melanda wilayah tersebut.
Kondisi putusnya deker yang mengubungkan Desa Duakoran dan tiga Desa Faturika, Mandeu Raimanus dan Renrua menyebabkan arus transportasi warga lumpuh total karena tidak bisa dilalui oleh kendaraan besar.
Tidak saja itu akses menuju Puskesmas Webora dan SMPN Raimanuk lumpuh akibat putusnya akses jalan tersebut.
Informasi dari warga, Kamis (23/2/2017) membenarkan, deker tersebut putus diakibatkan longsor setelah hujan yang turun tidak berhenti pekan lalu.
Deker tersebut terancam putus sejak dua tahun lalu, namun karena tidak adanya perhatian sehingga putus di tahun ini.
“Kendaraan sepeda motor bisa lewat karena warga ada buat jembatan darurat, tapi kalau kendaraan roda empat tidak bisa lewat,” ujar dia.
Baca : OJK Diminta Dorong Perbankan dan Jasa Keuangan Beri Perhatian Pada UMKM
Dalam musyawarah pembangunan di Kecamatan sebelumnya, warga telah mengusulkan kondisi deker tersebut, namun hingga putus tidak pernah ada tanggapan untuk memperbaikinya. Sebenarnya harus dibuat jembatan bukan deker sehingga bisa menahan mobilisasi kenderaan bermuatan berat.
“Tahun lalu, sudah diusulkan dalam musyawarah pembangunan di tingkat kecamatan juga sudah berulangkali ajukan proposal usulan untuk pembangunan jembatan dengan ukuran besar, tetapi tidak ada tindakan nyata,” ucap dia.
Sementara itu Kades Renrua, Edu Kidamanto Bau menuturkan, putusnya akses utama deker yang menghubungkan tiga desa ke beberapa wilayah lainnya tidak bisa dilalui. Apalagi warga yang ingin bepergian untuk keperluan atau menjual hasil perkebunan ke Kota Atambua terpaksa harus memutar arah mengikuti jalur lain melewati wilayah Felumasin Kecamatan Malaka timur Kabupaten Malaka.
“Kita berharap ada tanggap darurat dan upaya perbaikan deker itu sehingga akses transportasi kembali normal,” pinta Kidamanto.
Terpisah Camat Raimanuk, Marius Fortunatus Loe yang dikonfirmasi NTTOnlinenow.com membenarkan, deker di Desa Duakoran yang menjadi akses utama pengubung ke ibu Kota Kecamatan dan tiga Desa macet akibat putus yang disebabkan longsor pada tanggal 18 Februari yang lalu.
Saat ini hanya dilintasi kendaraan roda dua dan pejalan kaki, karena kondisi deker yang putus.
Tidak saja itu, kondisi itu juga menyebabkan layanan pembangunan, pemerintahan, kesehatan dan pendidikan. Untuk menjangkau pusat layanan kesehatan warga desa Duakoran hanya memanfaatkan kenderaan roda dua. Kondisi putusnya deker itu telah disampaikan kepada instansi terkait di antaranya Dinas PU dan Penataan Ruang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu.
“Kita sudah sampaikan laporannya dan besok Dinas PU akan mengerjakan deker yang putus itu, sehingga arus transportasi baik ke pusat Kecamatan, Puskesmas, SMP Webora dan tiga desa kembali normal,” pungkas mantan Kabag Humas Setwan Belu itu.

