Masa Kontrak Berakhir, Proyek Belum Rampung Dikerjakan Anak Pejabat Polres TTU

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Meskipun masa kontrak proyek pembangunan gedung kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD) Kabupaten TTU telah berakhir pada tanggal 28 Desember 2016, namun pekerjaannya belum rampung.

Berdasarkan papan proyek yang terpancang di depan lokasi proyek, mencantumkan jangka waktu pelaksanaan proyek tersebut 180 hari kalender terhitung sejak 02 Juli 2016, dalam Surat Perjanjian kerja (kontrak) Nomor: PPK.BPMPD.04/VII/2016.

Pantauan media, sejak awal bulan Januari pada tahun 2017, aktifitas di lokasi proyek masih tetap berjalan namun agak sepi lantaran sebagian pekerja diinformasikan diberhentikan sepihak oleh pimpinan CV.Tri Sampoerna dengan alasan yang tidak jelas.

Laporan kemajuan fisik pembangunan gedung kantor BPMPD senilai Rp.2.061.597.000,- pada minggu ke XVI (enam belas) tanggal 17 sampai dengan 22 Oktober 2016 pekerjaan fisiknya baru mencapai 9,14 persen dan sangat tidak sesuai rencana waktu pelaksanaan yakni 68,83 persen sehingga terjadi keterlambatan sebesar 59,42 persen.

Dan dalam Surat Peringatan yang ditandatangani Direktur CV.Sain Group Consultan, Ignasius Dapa, BE bernomor 04/SRT/CV/SGC/X/2016 dengan tembusan ke kepala BPMPD dan PPK, memerintahkan untuk segera dilakukan pembongkaran seluruh pasangan fondasi rolag/fondasi jalur karena tidak sesuai dengan standar teknis dalam hal ini pasangan fondasi dipasang diatas urug sehingga secara teknis tidak memadai untuk melakukan pekerjaan selanjutnya.

Terkesan pekerjaan bangunan kantor BPMPD ini asal jadi sehingga akan berdampak pada kualitas kerja dan waktu penyelesaian. Meskipun sangat membahayakan keselamatan manusia, tetapi pihak pelaksana nekad melanjutkan pekerjaan gedung kantor BPMPD.

Selain surat teguran yang dilayangkan pihak Konsultan pengawas, Bupati Timor Tengah Utara Raymunudus Sau Fernandes,S.pt juga telah melakukan sidak tapi peringatan konsultan pengawas dan bupati Fernandes diabaikan pihak pelaksana proyek.

Baca : Cuaca Buruk, KMP Pulau Sabu Terdampar di Perairan Kekehi Bot TTU

Ternyata pihak pelaksana proyek tidak membongkar fondasi sesuai perintah dalam surat teguran, malahan berdasarkan pengakuan beberapa pekerja, pihak pelaksana proyek membuat lagi fondasi bayangan dan langsung di cor beton. Pengecoran yang dilakukan hanya untuk menutupi saja sebagian fondasi yang sudah mulai retak. Jelas ini akan terjadi gagal konstruksi yang bila terus dilanjutkan akan mengakibatkan terjadinya gagal bangunan dan merugikan keuangan negara.

PPK Januarius T Salem yang dikonfirmasi langsung media ini, Kamis (05/01/2016) mengatakan, berakhirnya masa kerja CV Tri Sampoerna, masih diberi tambahan masa kerja selama 50 hari namun tetap dikenakan denda keterlambatan selama 50 hari.

“Sebenarnya tidak ada adendum, sesuai aturan memungkinkan pihak kami menambah 50 hari kerja untuk CV Tri Sampoerna. Dan sekarang ini sementara diperpanjang hari kerja tapi tetap dikenakan denda keterlambatan selama 50 hari. Yakni per hari dikenakan denda 1/1000 dikalikan dengan nilai kontrak. Terkait adanya informasi fondasi bayangan, kami belum tahu, tapi besok kami akan turun langsung ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi “, tandas Salem.

Salem juga mengatakan belum ada kemajuan fisik pembangunan gedung kantor BPMPD hingga memasuki Januari 2017, menurutnya pekerjaan fisik baru mencapai 35 persen dan pihaknya menemui kendala saat berkomunikasi dengan Direktur CV Tri Sampoerna, Brian M.B. Simon, anak Kabag Ops Polres TTU, Kompol Johny Simon.

“Pekerjaan fisik, sekarang ini baru mencapai 35 persen, pihak PPK sudah cukup intens dalam membangun komunikasi demi kelancaran pekerjaan namun selama kami bertanya kepada Direktur Brian M.B Simon, selaku pelaksana proyek, jawabnya dia masih terus bekerja. Kenyataannya setelah mengambil 30 persen uang muka, orangnya hanya kerja sebentar saja kemudian terus menghilang, begitu seterusnya. Habis ambil uang sudah tidak mau lanjut kerja lagi”, demikian dijelaskan lanjut oleh Salem.