Musim Tanam, Petani di Belu Minta Benih Jagung

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Musim penghujan telah tiba, para petani di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste mulai menyiapkan lahan untuk menanam.

Namun, para petani mengalami kendala dengan ketersediaan benih jagung yang masih terbatas untuk ditanam. Kondisi tersebut, para petani meminta kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Belu agar segera menyalurkan benih jagung unggul untuk ditanam.

Informasi yang berhasil dihimpun media, Kamis (17/11/2016) kurang lebih 50 ton benih jagung unggul telah disalurkan untuk para petani berdasarka daftar calon petani calon lokasi (CPCL).

Benih jagung tersebut disediakan dengan dukungan dana APBD Kabupaten Belu tahun 2016 senilai Rp 750 juta. Disebut-sebut dana dengan nilai ratusan juta rupiah itu telah direalisasikan untuk pengadaan benih jagung unggul, dan telah disalurkan ke para petani atas fasilitasi mantri tani dan petugas penyuluh lapangan (PPL).

Kendati demikian, apakah benih jagung itu bisa memenuhi harapan para petani, sebab benih yang dibutuhkan ialah benih unggul sehingga bibitnya bisa disemaikan untuk ditanam di musim berikutnya.

Baca: Kementerian PA-PA Akui Perdagangan Orang Terus Meningkat

Beredar pula informasi bahwa pengadaan benih jagung unggul itu diduga tak sesuai dengan kontrak dan keputusan Kadistanbun Kabupaten Belu yang diterbitkan pada April silam. Sehingga tidak memenuhi harapan petani.

Terpisah Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan mengemukakan, sebenarnya permasalahan suatu proyek tidak bisa terjadi. Pasalnya telah ada sistem online yang dilakukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) barang dan jasa.

“Sehingga tidak mungkin terjadi kesalahan dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa. Kalau terjadi, maka pihak ketiga selaku perusahaan pengadaan barang dan jasa harus bertanggungjawab apabila terjadi masalah di kemudian hari,” ujar dia, Rabu(16/11/2016) kemarin.

Sementara itu Gubernur NTT, Frans Lebu Raya usai membuka rapat kerja bersama para Bupati se-NTT dan Walikota Kupang di Belu, Kamis (17/11/2016) mengatakan, saat ini memasuki musim tanam, karena itu Pemda perlu turun ke lapangan untuk mengecek apa yang dibutuhkan warga khusunya para petani.

“Ini sudah musim hujan. Lahan milik para petani harus dicek untuk memastikan kesiapannya. Apakah itu lahannya sudah siap atau belum atau benih sudah ada atau tidak. Sehingga bisa tahu apa yang dibutuhkan para petani,” jelas Lebu Raya.