Pilkades Mandeu Raimanus Curang, Warga Minta Digelar Ulang

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTT Onlinenow.com – Puluhan warga Desa Mandeu Raimanus, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu menolak hasil perhitungan Pilkades yang diselenggarakan serentak pada tanggal 13 Oktober 2016 lalu.

Warga menilai panitia tingkat Desa telah melakukan penyimpangan dari tata tertib Pilkades yang sudah ditetapkan oleh Panitia Kabupaten. Oleh karena itu warga meminta Pilkades Mandeu Raimanus dilakukan ulang.

Tembusan surat pernyataan penolakan hasil Pilkades Mandeu Raimanus yang diterima NTTOnlinenow.com, Rabu (19/10/2016) di Gedung DPRD Belu, saksi kedua Calon Yulianus Antonius Tae dan Blasius Manek Aken menyatakan keberatan menolak hasil Pilkades setempat khususnya di TPS IV Fatubesi. Dimana panitia Pilkades telah menolak 8 orang pemilih yang namanya terdaftar dalam DPT dan mendapat surat pemberitahuan dari panitia Pilkades itu sendiri.

Beberapa hal yang dianggap tidak sesuai dengan Tatib Pilkades yang sudah ditetapkan oleh panitia Kabupaten yakni, pemilih harus menggunakan alat pencoblosan yang telah disediakan oleh Panitia Kabupaten, namun yang terjadi pada beberapa pemilih di TPS IV Fatubesi, warga menggunakan pisau silet atau merobek foto salah satu calon Kades dan panitia Pilkades mengatakan sah. Sedangkan hal tersebut tidak sesuai dengan tatib yang yang dikeluarkan oleh Panitia Pilkades Kabupaten.

Baca : KPK Latih 67 Pemuda dengan Karakter Antikorupsi

Terkait dengan hal-hal tersebut, warga mengharapkan Panitia Kabupaten dan semua pihak yang berwenang untuk mengklarifikasi semua permasalahan yang terjadi dalam Pilakdes Mandeu Raimanus, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelumnya warga telah menyampaikan pengaduan secara lisan ke Komisi I DPRD Belu tentang masalah dia TPS IV Fatubesi tertanggal 17 Oktober lalu. Namun hingga saat ini tidak ada tanggapan dari Panitia Kabupaten Belu. Berpedomana pada PERDA nomor 6 tahun 2015, pasal 50 setelah 7 hari keberatan saksi tidak diselesaikan maka, maka warga pendukung Cakades nomor urut 1 dan 3 bersama pendukung menolak hasil Pilkades Mandeu Raimanus dan meminta penjabat yang ditunjuk oleh Bupati Belu sebagai Kades agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam sistem berdemokrasi.

Ketua DPRD Belu, Januaria Awalde Berek yang dikonfirmasi terkait surat pernyataan penolakan secara tertulis yang diserahkan ke Dewan, meminta agar Pilkades Mandeu Raimanus segera dilakukan ulang. Pasalnya dalam proses pelaksanaan pesta demokrasi tersebut telah terjadi hal-hal yang tidak sesuai Tatib Panitia Kabupaten.

“Pilkades Mandeu Raimanus harus dilakukan ulang. Apabila tidak Pilkades ulang, maka ketiga calon Kepala Desa dinyatakan gugur. Ini harus dipercepat sehingga tidak ada Penjabat Kades,” tandas Walde.