Kemenkumham Nyatakan Lolos, PSI Yakin Tembus Verifikasi KPU

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah dinyatakan lolos verifikasi faktual oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI pada Jumat 7 Oktober 2016.

PSI yakin akan lolos pula pada tahapan berikutnya yaitu verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjadi salah satu partai peserta pemilu pada tahun 2019 mendatang.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Nusa Tenggara Timur (NTT), Junaidin Masan kepada wartawan di Kupang, Sabtu (08/10/2016).

Menurut Junaidin, PSI merupakan satu-satunya partai dari lima partai baru yang lolos verifikasi. Kelima partai tersebut adalah Partai Rakyat, Partai Pribumi, Partai Idaman, Partai Beringin Karya dan Partai Solidaritas Indonesia.

Baca Juga : Satgas Yonif Raider 641 Berikan Pengobatan Gratis Bagi Warga Silawan

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran pengurus PSI mulai dari Dewan Pembina, pengurus DPW Provinsi NTT, DPD, dan DPC serta simpatisan yang telah bekerja keras tidak mengenal lelah dalam proses persiapan dan mensukseskan verifikasi Kemenkumham yang kemarin sama-sama sudah kita dengarkan hasilnya,” katanya.

Junaidin mengatakan, PSI telah memenuhi syarat dan ketentuan Undang-Undang No.2 Tahun 2011 tentang partai politik, dan peraturan menteri KEMENKUMHAM No.37 Tahun 2015.

“Kebahagiaan ini merupakan langkah awal bagi PSI Provinsi NTT untuk mempersiapkan proses verifikasi di tahap berikutnya oleh KPU untuk menjadi peserta pemilu di 2019 bersama partai lainnya,” ujarnya.

Ketua Dewan Pembina DPW PSI NTT, Piter Pitoby mengatakan, kepengurusan di Partai Solidaritas Indonesia didominasi oleh anak muda. Seluruh pengurus PSI adalah kader baru dan tak ada satu pun yang merupakan bekas pengurus partai lain. Berbeda dengan partai lain, PSI lahir dari semangat perjuangan anak muda.

Baca Juga : Nasib 1036 Guru Honor SMA/SMK Yang dibiayai Komite Tidak Jelas

“Kalau partai lain membangun partainya menggunakan kemampuan finansial atau dengan uang, maka PSI menggunakan semangat untuk membangun dan membesarkan partai ini,” katanya.

Dia menyampaikan, PSI meletakkan dasar perjuangan bukan karena kepentingan tapi karena tujuan untuk membangun bangsa. PSI sebagai partai baru tidak lagi tersandera oleh kepentingan politik lama, klientalisme, rekam jejak yang buruk, beban sejarah dan citra yang buruk terhadap partai politik sebelumnya.

“Kini saatnya anak muda tampil dan ambil bagian dalam pusaran politik. PSI dalam berbagai kegiatan selalu menyebarkan virus keberagaman dan toleransi diharapkan mampu menjadi pionir bangkitnya anak muda yang mengedepankan kesantunan berpolitik,” tandasnya.