Nasib 1036 Guru Honor SMA/SMK Yang dibiayai Komite Tidak Jelas

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menyusul pengalihan sekolah tingkatan SMA/SMK dari Pemerintah Kota Kupang ke Pemerintah Provinsi, kini nasib ratusan tenaga honor yang diangkat oleh Komite sekolah semakin tidak jelas. Pasalnya penyerahan aset dan tenaga guru oleh pemerintah Kota Kupang, tidak termasuk para honorer yang diangkat oleh Komite.

Demikian dikatakan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kota Kupang, Jerhans Ledoh kepada wartawan, di Kupang, Sabtu (8/10/2016).

Baca Juga : Pemkot Kupang Gratiskan PBB

Jerhans mengatakan, untuk para huru honorer yang diangkat Komite, tidak berhubungan langsung oleh dinas P dan K, karena guru honorer diangkat langsung oleh Kepala Sekolah dengan persetujuan dari Komite, dengan demikian dinas tidak terlibat dalam proses tersebut, karena gaji dan tunjangan mereka ditanggung oleh sekolah masing-masing.

Menurutnya, jumlah persis tenaga honorer yang dibiayai komite, dirinya sudah lupa, tetapi jika jumlah guru honerer digabungkan dengan guru-guru sekolah swasta yang ada di Kota Kupang secara keseluruhan berjumlah 1036.

Baca Juga : Pejabat Pratama Provinsi NTT Akan Menjadi PLT Walikota Kupang

Terpisah, Sekertaris komisi IV DPRD Kota Kupang, Jerry Anton Pingak mengatakan, masalah tenaga honor pada sekolah-sekolah tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah Kota Kupang, karena perekrutan tenaga guru honor tidak melalui dinas pendidikan tetapi melalui kepala sekolah. Lagipula dana untuk menggaji para tenaga honorer melalui sekolah, sehingga ketika SMA/SMK dialihkan maka bukan lagi menjadi tanggung jawab pemerintah.