GMNI NTT Tidak Akui Kongres Luar Biasa Medan

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Koordinator Daerah (Korda) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak atau tidak mengakui hasil Konggres Luar Biasa (KLB) Medan beserta produk-produknya.

Hal ini disampaikan Ketua Korda GMNI NTT, Bernard Salvator Brewon kepada wartawan di Kupang, Senin, 19/09 di Kupang.
Menurut Brewon, Korda GMNI NTT berpandangan bahwa KLB yang digerakkan oleh segelintir kelompok tersebut telah menyalahi Ketentuan-ketentuan organisasi dan tidak mencerminkan semangat persatuan Nasional.

“Korda GMNI NTT berkeyakinan bahwa wacana KLB tidak berdiri atas dasar nilai gotong royong dan semangat persatuan nasional. Wacana KLB juga kami yakini sebagai hal yang kontraproduktif dan tidak mempunyai nilai keterdesakan tertentu, sebagaimana digariskan dalam konstitusi organisasi. Ketentuan yang membolehkan terlaksananya KLB telah diatur secara spesifik pada Pasal 15 ayat (1) Anggaran Dasar (AD) dan Pasal 21 ayat (1) Anggaran Rumah Tangga (ART) GMNI,” kata Brewon.

Brewon menjelaskan, dari dua ayat tersebut, KLB dapat terlaksana jika memenuhi syarat-syarat dipandang perlu atau dalam keadaan darurat yang dinilai dapat mengancam eksistensi dan keutuhan organisasi, mendapat persetujuan minimal 2/3 (dua per tiga) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) definitif.

“Karena tidak sesuai dengan aturan organisasi, Korda GMNI tidak melibatkan diri dalam upaya segelintir pihak yang ingin melaksanakan KLB GMNI. Untuk itu kami mengimbau kepada segenap pengurus DPC GMNI se-NTT dan seluruh jenjang kepengurusan serta semua anggota GMNI se-NTT untuk tetap melaksanakan aktivitas organisasi sesuai kesanggupan individu dan tanggungjawab ideologis serta organisatoris dengan tetap menjunjung tinggi nama baik serta keutuhan organisasi,” jelasnya.

Dia mengatakan, Korda GMNI mengecam seluruh oknum-oknum yang telah melahirkan KLB karena tidak mewakili DPC dan Korda GMNI yang sah sesuai ketentuanketentuan sebagaimana yang tercantum dalam AD/ART GMNI.

“Kami hanya mengakui Presidium GMNI hasil konggres Maumere dimana telah memilih Saudara Cristian Damanik sebagai ketua Presidium dan Pius Agustinus Bria sebagai Sekjen. Kalau Konggres GMNI di Medan dan produk-produknya adalah oknum-Oknum GMNI yang telah salah jalan, mereka adalah pecundang-pecundang dari marhaenisme ajaran Bung Karno,” paparnya.

Baca Juga : Ada Pungli di Lokasi Wisata Pantai Oesapa Resahkan Warga

Brewon menambahkan, situasi kekinian di GMNI sedang dalam proses konsolidasi internal, dimana sedang berlangsung pembenahan lintas sektor, seperti urusan tertib administrasi, penyempurnaan format kaderisasi dan peningkatan kualitas kader hingga penyelesaian konflik-konfli kterkait dualisme kepengurusan.

“Semangat konsolidasi itu yang perlu dirawat agar benar-benar dapat terwujud. Dengan demikian, yang diperlukan saat ini adalah terus bersinambungnya proses konsolidasi internal, agar bermuara pada tercapainya konsolidasi ideologis dan organisatoris. Dengan kata lain, dalam pandangan kami, KLB tidak diperlukan,” katanya.

Untuk diketahui Kongres Luar Biasa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia sukses digelar. Kongres tersebut telah terpilih Pengurus Presidium periode 2016–2018, Ketua Presidium GMNI Wonder Nainggolan dari DPC GMNI Jakarta dan Sekretaris Jenderal GMNI Turedo Sitindaon dari DPC GMNI Medan. Pemilihan dilakukan di Hotel Candi Medan, Sumatera Utara (Sumut).