Warga Dusun Baumuti di Belu Perbatasan RI-Timor Leste Masih Tertinggal

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dusun Baumuti, Desa Faturika, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Timor Barat memiliki letak yang strategis.

Selain berbatasan dengan wilayah Laktutus (Belu) dan Alas Utara, Kobalima Timur (Kabupaten Malaka), dusun itu juga langsung berbatasan sungai dengan wilayah Fatumea, Timor Leste.

“Kami juga selama ini sedikit terlupakan dari sentuhan pembangunan. Padahal dusun ini batas langsung dengan Nananoe, Alas Ailala dan Timor Leste,” ujar Camat Raimanuk, Gabriel Taek saat kunjungan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko ke lokasi Opster TNI di Dusun Baumuti, Desa Faturika, Kamis (8/9/2016).

Dikisahkan, Dusun Baumuti mempunyai peran yang strategis dan penting di masa lalu. Pernah menjadi tempat menampung warga Timor Leste dikala eksodus tahun 1975 silam dan sejarah penyerangan fretelin terhadap warga Baumutin.

“Dusun ini daerah kantong dan dulu pernah ada markas. Jumlah kepala keluarga saat ini 42 KK dengan 100 jiwa lebih. Kami sedikit merasa lega dengan adanya program TNI. Ini satu moment yang tak terlupakan, tahun lalu program TMMD dan tahun ini program operasi teritorial yang membuka jalan raya dari Dusun Baumuti sampai batas kali Babulu,” ujar dia.

Jelas Taek, dengan adanya akses jalan ini sangat membantu warga yang selama ini terisolir. Selama ini kami kesulitan apabila mau berkunjung ke keluarga di Alas Ailala. Tapi dengan jalan yang telah dibuka ini mempermudah jalur transportasi baik ke keluarga maupun hasil perkebunan lainnya.

“Ada 1000 hektare lahan yang masih tertidur. Kendala kami dengan DAS, kalau bisa dengan sangat melalui program opster bisa bantu kami, sehingga lahannya bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” pinta dia.

“Kedepan kalau bisa program operasi teritorial TNI ini terus berlanjut masuk desa ini, guna mendukung pembangunan di wilayah terpencil dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan Belu,” sambung Taek.

Menurut dia, selama ini jalur dusun Baumuti bebas hambatan. Sering kali jalur ini dimanfaatkan oknum tak bertanggunjawab untuk melancarkan aksi penyelundupan barang ilegal melalui jalan tikus ke wilayah sebelah.

“Kalau bisa dibangun satu pos satgas TNI di batas dusun Baumuti untuk keamanan wilayah batas. Karena itu sangat bermanfaat bagi warga di dusun ini,” harap Camat Raimanuk itu.

Terkait hal itu, Pangdam Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko mengungkapkan, tentunya kedepan permintaan untuk pembangunan pos TNI akan disampaikan ke Komando atas yang mempunyai kewenangan penuh.

“Kita akan laporkan dengan berbagai alasan kepentingan besar di wilayah titik batas. Sehingga masyarakat di wilayah ini bisa hidup aman, tenteram juga keutuhan serta kesatuan wilayah Republik Indonesia tetap terjaga,” kata dia.

Sementara itu mengenai potensi air, jelas dia selesai kunjungan opster ini salah satu staf akan melihat ke sumber untuk mengecek seberapa luas potensi airnya. “Selain program ini, kami juga ada lakukan program pencetakan sawah di wilayah lain. Kalau memungkinkan lahan itu akan kita jadikan cetak sawah,” sebut Kustanto.