Pemerintah NTT Dukung Replikasi Praktik Cerdas

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepala Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Wayan Darmawa mengatakan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat mendukung replikasi praktik-praktik cerdas yang diterapkan oleh mitra dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat oleh pemangku kepentingan, baik pemerintah dan non pemerintah.

“Kalau memang kami melihat bahwa kebijakan suatu praktik cerdas bisa didorong di banyak tempat, kami akan mencoba rancangkan peraturan gubernur. Memang sudah menjadi salah satu komitmen gubernur untuk membangun kekutan lokal dan apa yang dikembangkan saat ini sejalan dengan apa yang didorong oleh pemerintah provinsi,” kata Darmawa di sela-sela penutupan kegiatan Festival Praktik Cerdas Pembangunan NTT di Kupang, Rabu (31/8).

Menurut Darmawa, pihaknya akan berupaya agar praktik cerdas mendapat dukungan dan bahkan direplikasi oleh pemerintah Pusat. Gubernur NTT, kata Darmawa, akan berupaya untuk berdialog dengan institusi terkait seperti Bappenas, Kemendikbud, untuk mengajukan praktik cerdas ini sebagai referensi.

“Kita harus menunjukan bahwa ada modal kuat seperti ini yang patut untuk dikembangkan. Teman-teman pusat dapat mengelaborasi dan mencari benang merahnya seperti apa,” katanya.

Darmawa menyampaikan, Indonesia adalah negara kepulauan yang heterogen, maka persatuan dan kesatuan tidak bisa dibangun dengan satu skema. Persatuan harus dibangun melalui perbedaan-perbedaan yang berbhinekka.

“Dengan demikian, sangatlah diperlukan suatu sistem pembangunan karakter dengan konteks budaya. Intinya tetap sama, tujuan juga sama, hanya prosesnya saja yang berbeda dan mengandalkan kekuatan lokal,” ungkapnya.

Dia menambahkan, semua upaya akan terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Wahana Visi Indonesia demi memperjuangkan keutuhan hidup anak Indonesia dan mendorong hati seluruh masyarakat Indonesia agar mereka bertekad untuk mewujudkannya.

Direktur Operasional Wahana Visi Indonesia, Irene Marbun mengatakan, sebanyak 14 program dampingan Wahana Visi Indonesia (WVI) dari 22 Praktik Cerdas Pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dipaparkan dalam Festival Praktik Cerdas Pembangunan NTT yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi NTT bekerjasama  dengan Wahana Visi Indonesia dan Yayasan BAKTI  di Hotel NEO, Kupang, pada tanggal 30-31 Agustus 2016.

Praktik cerdas adalah sebuah upaya atau kegiatan yang berhasil dilakukan untuk menjawab sebuah tantangan yang dihadapi oleh komunitas di daerah tertentu. Praktik cerdas merupakan solusi yang terbukti berhasil dan berdampak langsung pada masyarakat sebagai penerima manfaatnya. Selain itu, praktik cerdas harus mudah direplikasi dan diadaptasi untuk menghadapi tantangan pembangunan serupa.

Festival Praktik Cerdas Pembangunan NTT ini merupakan wujud apresiasi pemerintah NTT atas karya-karya baik yang telah dikerjakan oleh mitra-mitra pemerintah provinsi dan juga merupakan wadah pembelajaran sebagai langkah awal keterpaduan seluruh elemen pembangunan di NTT dalam mewujudkan visi “Terwujudnya Masyarakat Nusa Tenggara Timur yang Berkualitas, Sejahtera, dan Demokratis dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

“Dalam kurun waktu 2 (dua) hari tersebut, para peserta yang terdiri dari elemen pemerintah, masyarakat, forum anak, dan organisasi masayarakat sipil telah mendalami cerita-cerita sukses yang mengubah kehidupan masyarakat, mempelajari segala tantangan dan hambatan, serta metode-motode unik dalam menghadapinya. Merekapun telah melahirkan beberapa rekomendasi di 3 (tiga) bidang prioritas yaitu, pendidikan, tata kelola pemerintahan, dan ekonomi, yang ditujukan kepada pemerintah tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional,” tandasnya.

Dia menanambahkan, dari hasil rekomendasi tersebut kemudian dirumuskan ke dalam 4 (emapat) kunci, yaitu dibutuhkan pendampingan intensif dan berkualitas, pembangunan motivasi dan semangat, kemitraan terpadu, dan “champion” yang berasal dari semua elemen masyarakat.

Komentar ditutup.