Jenguk Tahanan Korupsi, Kajari TTU Bagi Kitab Suci dan Beri Penguatan

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Roberth Jimmy Lambila, S.H, M.H, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Timor Tengah Utara (Kajari TTU) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berkesempatan meluangkan waktunya menjenguk para tahanan yang dititipkan di sel Markas Polres TTU, Jumat (4/6/2021) sore.

Sebanyak 16 orang tahanan kejaksaan yang dititipkan di Mapolres TTU adalah tahanan tindak pidana korupsi dan juga tindak pidana umum lainnya.

Ada juga 11 tahanan polisi di sel Mapolres TTU, yang juga tidak luput dari perhatian Kajari Roberth Lambila.

Dalam kunjungannya ke sel markas Polres TTU, Kajari Roberth Lambila didampingi Kasi Intel, Benfrid C Foeh, SH, dan Kasi Pidsus, Andrew Keya, SH.

Yang sangat mengejutkan para tahanan, Kajari TTU Roberth Jimmy Lambila juga membagikan kitab suci bagi para tahanan jaksa maupun tahanan polisi yang beragama Katolik dan Kristen Protestan.

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila dalam kunjungannya ke para tahanan, memberikan penguatan untuk tetap tabah, sabar dan iklas menghadapi proses hukum yang sementara dihadapi.

Menurutnya, proses hukuman haruslah dimaknai sebagai suatu peristiwa iman. Bukan berarti merupakan suatu hukuman Tuhan melalui tangan aparat hukum tetapi bentuk belas kasihan Tuhan kepada umatnya.

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, S.H, M.H saat membagikan Kitab Suci kepada para tahanan.

“Waktu luang di ruang tahanan, hendaknya dipakai untuk membaca ayat-ayat firman dan merenungkannya baik secara pribadi maupun secara bersama-sama. Biar lebih dekat denganTuhan”, pesan Roberth Jimmy Lambila.

Ia juga meminta para tahanan agar jangan percaya apabila ada oknum-oknum yang mengatasnamakan jaksa atau Kepala Kejaksaan Negeri TTU menjanjikan dapat membantu meringankan hukuman dengan imbalan-imbalan tertentu berupa uang dan barang.

Dan bila itu terjadi segera melaporkan kepada pihak Kejaksaan Negeri TTU.

“Percayalah bahwa kejaksaan sekarang sudah berubah. Kami akan menuntut secara objektif berdasarkan bukti dan fakta yang ada dengan tetap mempertimbangkan perbuatan terdakwa. Termasuk hal-hal yang meringankan dan memberatkan, serta memperhatikan rasa keadilan masyarakat,” tandas Roberth di hadapan para tahanan.

Proses hukum yang dilakukan oleh Kejari TTU, lanjut Kajari Roberth Jimmy Lambila, merupakan bentuk penegakan hukum yang bermartabat dan Humanis.

“Para tahanan juga adalah saudara kita. Hukum tetap ditegakkan, tetapi sentuhan kemanusiaan janganlah hilang”,pungkasnya.

Kunjungan mendadak itu, membuat para tahanan tertegun dan terharu serta menaruh rasa hormat yang luar biasa kepada Kajari TTU dan stafnya.

Keterangan Foto : Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, S.H, M.H saat membagikan Kitab Suci kepada para tahanan.