Anggota DPRD Angelino Jaring Aspirasi Rakyat di Perbatasan Belu
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Anggota DPRD Propinsi Nusa Tenggara Timur asal daerah pemilihan TTU, Malaka dan Belu, Angelino da Costa mulai menjaring aspirasi warga di beberapa Desa wilayah Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL.
Penjaringan aspirasi dilakukan sejak pekan lalu di beberapa desa seperti Desa Renrua, Naekasa dan Fatuketi terkait dengan berbagai kebutuhan warga di pelosok perbatasan dengan Timor Leste akan pembangunan di berbagai bidang.
“Murni kehadiran saya disini untuk mendengar aspirasi rakyat di daerah pelosok yang masih jauh dari ketertinggalan infrastruktur, baik itu jalan raya, air bersih dan listrik yang menjadi kebutuhan dasar,” ungkap Angelino saat dalam tatap muka bersama warga Desa Raifatus, Kecamatan Raihat, Sabtu (27/8/2016).
Menurut dia, beberapa desa di perbatasan Belu dengan Timor Leste masih terisolir. Ironisnya, 71 tahun Indonesia merdeka masih ada desa yang hingga kini akses jalan sulit ditempuh, air bersih, jaringan telekomunikasi dan jaringan listrik yang belum dinikmati warga.
“Indonesia sudah merdeka 71 tahun tapi di desa-desa di wilayah perbatasan masih tertinggal infrastruktur, sedangkan Timor Leste yang baru merdeka sudah maju,” ujar dia.
Ketua Komisi IV DPRD Propinsi NTT mengatakan, warga Desa Raifatus jangan malu-malu untuk sampaikan aspirasinya. Keberadaan saya sebagai DPR di desa sebagai wakil rakyat yang dipilih warga sebagai penyambung lidah masyarakat.
“Saya tahu, warga disini tidak memilih saya. Tapi bukan berarti saya tidak melihat warga Raifatus. Saya tidak pilah warga terkait politi tapi saya melihat semuanya, bedakan yang pilih dan tidak pilih,” papar Angelino.
Intinya, jelas Ketua Fraksi PAN DPR NTT itu kedatangannya untuk membantu pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan Belu. Di daerah perbatasan ini banyak hasil potensi tapi masih terbelakang yang butuh perhatian serius dari pemerintah.
“Saya akan perjuangkan aspirasinya. Kalau ada potensi air, maka kita akan bantu sumur bor, tapi semuanya ada proses tahapan karena masih harus dibawa dalam pembahasan di Dewan,” ucap Angelino.
Leontinus Kehi warga Raifatus keluhkan persoalan infrastruktur dan jaringan listrik yang mana sebagian belum terpasang meteran. Dikeluhkan juga air bersih, jalan raya di sepanjang desa Raifatus menuju ke perbatasan yang belum dinikmati secara bebas oleh warga.
“Ada sumber mata air tapi di kerendahan dan sulit untuk ditarik ke pemukiman karena berada di ketinggian. Kami minta bantuan bagaima caranya sehingga air bisa ditarik ke rumah warga, juga kami minta sumur bor,” pinta Kehi.
Kesempatan itu Kepala Bagian Teknis PLN Rayon Atambua, Yosep Tambunan jelaskan, usulan warga terkait meteran, saat ini belum bisa dilayani karena pihaknya masih harus habiskan migrasi sesuai instruksi. Apabila selesai menghabiskan baru dilakukan pemasangan meteran baru. Warga bisa langsung ke kantor untuk pasang dan jangan percaya dengan oknum di luar yang janjikan pasang meteran. “Kita akan catat semua penyampaian untuk ditindaklanjut,” sebut Tambunan.
Kesempatan itu Angelino memberikan bantuan secara pribadi berupa benang untuk kaum perempuan menenun kain, bola kaki, bola volly serta perangkat dan tais lesu (destar kepala) untuk para tua adat.


Komentar ditutup.