Panen Simbolis Bawang Merah Tuk-Tuk di Desa Fatuketi

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) Naek Tigor Sinaga melaksanakan panen bawang merah tuk-tuk di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Kamis (11/8/2016).

Panen dilakukan secara simbolis bersama Bupati Belu, Pimpinan DPRD Belu, Dirut Bank NTT, Kepala Kantor Bulog NTT, Camat Kakuluk Mesak, Pimpinan Forkompinda, SKPD Belu serta kelompok tani rukun atap yang berlangsung dilokasi lahan milik petani bawang seluas 1 hektare.

Kepala Kantor BI Perwakilan NTT, Naek Tigor Sinaga mengungkapkan, pihaknya mendukung budidaya tanaman holtikultural seperti bawang merah tuk-tuk di Desa Fatuketi, dan akan mendorong budidaya bawang merah di daerah perbatasan Belu.

“Dengan hasil ini kita tidak perlu lagi datangkan bawang dari luar daerah dan perekonomian masyarakat akan lebih baik,” ungkap dia.

Dijelaskan, dukungan BI yakni melihat kelompok-kelompok tani dengan memberikan bimbingan teknis dan sarana produktif. Apabila kelompok yang dimaksud telah berjalan lancar akan mendapat batuan dana kelompok untuk modal kerja budidaya bawang. “Kita dukung dan akan suport terus kelompok tani,” ucap dia.

Terkait dengan pemasaran bawang setelah dipanen, tutur Sinaga BI telah sinergikan dengan pihak Bulog yang akan menyerap pemasaran bawang merah tuk-tuk. “Kita sinergikan dengan pihak Bulog. Pemasarannya dengan Bulog dan mereka bersedia, nanti akan lakukan penyerapan. Selain dengan Bulog petani juga bisa pasarkan dengan pedagang,” ujar Sinaga.

Sementara itu Bupati Willy Lay, soal budidaya bawang tuk-tuk di 11 Kecamatan lainnya belum terpikirkan, nanti akan kita sesuaikan dengan karakteritis wilayah dan mana yang akan kita coba nanti akan kita lakukan.

“Budidaya bawang tuk-tuk di wilayah Kakuluk Mesak ini sebagai uji coba. Hasil panen ini bisa berikan manfaat ekonomi yang lebih baik kesejahteraan masyarakat,” ungkap dia.

Dikatakan, soal pemasaran nanti pihak Bulog telah siap dan diharapkan Bulog jadi fasilitator untuk pemasaran. Dirinya yakin, kalau panen bawang di 12 hektare sudah mencukupi permintaan pasar, selain dipasarkan dalam wilayah Belu juga akan dikirim ke Kabupaten lain. “Hari ini kita panen simbolis, panen rayanya akan dilakukan Menteri PDT tanggal 16 mendatang,” sebut Lay.

Dirut Bank NTT, Daniel Tagudedo mengharapkan, kelompok tani bawang tetap dibina dan selalu komunikasikan dengan bank dan Bank NTT  siap bantu petani melalui kredit, agar ekonomi masyarakat dapat tumbuh dengan baik.
“Kita harap petani yang akan tetapkan harga, Bank NTT sedang siapkan intan untuk dukung. Budidaya ini  harus dikerjakan secara terus menerus sehingga hasilakn yang banyak dan diterima pasar. Kita juga harap Bulog tetap jaga harga petani agar tetap baik,” pinta dia.

Kepala Bulog NTT, Sugeng Rahayu mengatakan, pihaknya siap membantu pemasaran bawang petani guna menumbuh kembangkan ekonomi masyarakat. Kami membangun masyarakat dalam hal menampung hasil petani masyarakat NTT. Setelah kita tampung akan kita salurkan ke pasar dan dengan harga yang kompetentif.

“Dari Bulog siap membantu masyarakat tani untuk menampung hasil-hasil produksi masyarakat setempat yakni bawang merah tuk-tuk. Muadah-mudahan dengan kerjasama ini masyarakat petani bisa dapat menikmati harga dengan baik,” pungkas Sugeng.

Camat Kakuluk Mesak Tarsius Naisali dalam laporan menyampaikan, ada 11 kelompok bawang merah tuk-tuk yang mengolah di lahan seluas 11,12 hektare ditambah dengan 1,6 hektare ubi ungu.

“Kondisi saat ini kelompok rukun atap luas lahan 1 hektare yang ditanam bawang. Ini wujud perhatian Bupati mengatasi badai elnino yang terjadi, juga memperkuat perekonomian masyarakat Belu,” kata dia.

Diharapkan, kiranya kegiatan panen ini menjadi satu momentum awal untuk meningkatkan kelompok tani bawang merah tuk-tuk. Masyarakat tani siap dan mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk peningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.