SMPN Piebulak di Belu Perbatasan RI-RDTL Masih Minim Perhatian

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pengelolaan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Piebulak, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL masih minim perhatian dari Pemerintah.

Pasalnya, satu-satunya sekolah yang berdiri sejak 2010 lalu di wilayah pelosok Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste itu masih kurang fasilitas sekolah hingga saat ini.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Sekolah, Fransiskus Nestor Bere usai perayaan syukuran Hari Ulang Tahun ke-11 SMPN Piebulak di Piebulak, Kecamatan Lamaknen Selatan, Senin (8/8/2022).

Menurut dia, fasilitas pendidikan di SMPN Piebulak yang masih minim meliputi ruang Guru, ruang TU, laboratorium komputer (belum ada), ruang kelas hanya terdapat ada 8 ruangan (lima ruang butuh rehab) serta RDG masih kurang.

Sementara itu, untuk tenaga pendidik di SMPN Piebulak terdiri dari, Guru ASN sebanyak 10 orang, teko 1 orang dan honor komite 13 orang. Sementara itu, untuk siswa-siswi keseluruhannya berjumlah 162 orang.

“Kami harap perhatian dari Pemerintah melengkapi fasilitas pendukung sekolah yang masih kurang dan memperhatikan kesejateraan tenaga guru komite/pegawai,” pinta Nestor sapaan akrab Kepala SMPN Piebulak itu.

Diutarakan bahwa, di usia yang ke-11 tahun ini menjadi berkat bagi kami warga di Piebulak. Meski terbatas fasilitas sekolah, kami tetap belajar tanpa batas walau berada di batas.

Kerja keras kolaborasi pihak sekolah dengan orang tua murid dan guru serta dukungan dari kalangan masyarakat dengan fasilitas terbatas terus mengembangkan pendidikan dari bukit Piebulak.

“Kami swadaya bangun fasilitas dan terbatas. Daari keterbatasan yang ada kami kembangkan keterbatasan anak-anak, kompetensi anak-anak kami dukung dan terus tumbuh kembangkan bakat serta minta anak-anak,” terang Nestor.

Lanjut dia, momentum hari ini bagian menumbuhkan kembangkan kreatifitas anak-anak yang digaungkan dalam program merdeka belajar, belajar mengembangkan, membangun pendidikan dari daerah pelosok.

“Harapan kami, marilah kita bekerjasama seluruh pihak orang tua, karena untuk memajukan suatu pendidikann tidak saja ada pada guru. Kedepan kita bisa lebih baik dan bersaing dengan pelajar di kota. SMP terpelosok tapi kami akan tunjukkan yang terbaik,” kata Nestor.

Turut hadir dalam acara syukuran ke-11 SMPN Piebulak itu, Sekretaris Dinas P dan K, Anggota DPRD Belu, Perwakilan Kecamatan, Tokoh Agama, Danpos Satgas 743 Fouk, tokoh masyarakat serta para tenaga pendidik SMPN Piebulak.

Pada kegiatan itu juga diserahkan hadiah kepada para peserta yang menjuari perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-11 SMPN Piebulak. Selain itu lanjut dengan penanaman simbolis anakan pohon di kompleks sekolah.