LPP RRI Atambua Gelar Aksi Donor Darah
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan Indonesia-Timor Leste menggelar aksi donor darah, Rabu (6/9/2017).
Kegiatan Indonesia berdonor yang mengangkat tema “bersama dalam keberagaman” kerja sama LPP RRI Atambua dengan PMI Kabupaten Belu berlangsung di Kantor RRI Atambua jalan Eltari.
Kepala LPP RRI Atambua, Muhammad Fauzan yang ditemui, Rabu (6/9/2017) menuturkan, selain aksi donor darah ada juga pasar murah. Selain itu rangkaian kegiatan lain sudah dilaksanakan sejak kemarin yakni anjangsana ke SLBN Tenubot.
Lanjut dia, kegiatan lainya besok akan diadakan bakti sosial kerja sama dengan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 712/Wiratama di Desa Mahein, Kecamatan Lasiolat. Selanjutnya pada hari Jumat senam zumba bersama seluruh OPD dan instansi vertikal serta lomba internal RRI Atambua.
“Intinya, seluruh kegiatan yang dilaksanakan sejak kemarin untuk menyambut hari Radio ke-72, dan pada puncak tanggal 11 akan dinyalakan obor serentak di seluruh Indonesia,” jelas Fauzan.
Dikatakan, pada puncak hari Radio ke-72 tanggal 11 September mendatang, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Bupati Belu mendapatkan penghargaan dari RRI Pusat yang akan diserahkan langsung oleh Direktur Utama LPP RRI di Jakarta.
Baca juga : Jelang Hari Radio ke-72, RRI Atambua Berbagi Kasih Dengan Pelajar SLBN Tenubot
Fauzan memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh pendonor karena sudah menyempatkan diri terlibat dalam kegiatan Indonesia Berdonor yang di kantor RRI Atambua.
“Yang donor darah hari ini cukup banyak, ada dari instansi Pemkab juga Pimpinan serta Pejabat instansi lintas sektor. RRI hadir di tapal batas Belu-Timor Leste merangkul semua unsur, agama dan etnis. Terimakasih karena RRI Atambua mendapat tempat di hati masyarakat dan Pemerintah baik di Kabupaten Belu, Malaka, TTU, dan Alor,” ucap dia.
Dengan usia yang ke-72 tahun Fauzan berharap, RRI akan lebih eksis lagi dengan seluruh masyarakat baik di tapal batas Belu, Malaka, TTU dan Alor. Juga partisipasi masyarakat, Pemerintah, tokoh agama serta unsur elemen lain untuk memanfaatkan RRI ini sebagai media publik.
“Dengan slogan RRI selain Radio Indonesia juga rumah rakyat Indonesia. Jadi RRI itu welcome untuk semua masyarakat yang menggunakan program yang ada untuk kepentingan masyarakat,” ungkap dia.
“Termasuk juga untuk kepentingan Pemerintah atau lembaga non Pemerintah untuk mensosialisasikan program mereka yang menyentuh masyarakat. Kita bertujuan membangun pembangunan di daerah dengan harapan masyarakat hidup sejahtera,” sambung Fauzan.

