Jelang Hari Radio ke-72, RRI Atambua Berbagi Kasih Dengan Pelajar SLBN Tenubot

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com – Dalam rangka hari Radio ke-72 LPP RRI tanggal 11 September 2017, LPP RRI Atambua melakukan berbagai kegiatan, salah satunya anjangsana ke Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Tenubot, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-Timor Leste, Selasa (5/9/2017).

Sebagai wujud kepedulian terhadap para pelajar SLBN dalam anjangsana LPP RRI Atambua membagikan bingkisan berupa sembako, minuman susu kepada kurang lebih enam puluh siswa-siswi dari tingkat SD, SMP dan SMA SLBN Tenubot.

Adapun penyerahan bingkisan secara simbolis oleh Kepala LPP RRI Atambua yang diwakili Kepala Seksi Siaran dan Pemberitaan RRI Atambua, Ci Maryam Sagran kepada Kepala SLBN, Marselinus Molo di aula sekolah tersebut yang dihadiri para pejabat, karyawan RRI, para Guru serta pelajar.

Dalam sambutan Kasi Siaran dan Penerimaan RRI Atambua, Ci Maryam Sagran mengatakan, kegiatan anjangsana LPP RRI Atambua ke SLBN Tenubot ini adalah dalam rangka hari radio ke 72 bersama beberapa pejabat struktural dan staf datang kesini ke SLBN dalam rangka Anjangsana hari radio.

Baca juga : Pelayanan E-KTP di Disdukcapil Belu Sampai Hari Sabtu

 

“Terimakasih atas penyambutannya dan kami sudah diterima dengan hormat. Kami sangat senang hari ini bisa berkumpul dengan keluarga besar. Silaturahmi RRI dengan keluarga besar ini ke depannya ada hal-hal yang mau dipublikasikan bisa disampaikan informasinya,” ujar dia.

Sementara itu Kepsek SLBN Tenubot, Marselinus Molo mengungkapkan pihak sekolah sangat bersyukur atas kepedulian RRI Atambua terhadap anak-anak pelajar SLBN dengan memberikan bantuan bingkisan.

“Terimakasih untuk RRI Atambua atas kepeduliannya. Dengan kegiatan seperti ini anak-anak kami sangat gembira dan mereka tidak diasingkan oleh saudara-saudara lainnya,” ujar dia.

Jelas Molo, saat ini jumlah pelajar di SLBN kurang lebih mencapai 60 orang. Sekolah luar biasa negeri juga menerima anak-anak dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA. Rata-rata murid ada tunanetra, tunarungu, tunagrayita dan tunadaksa. Guru ada sebanyak 27 dan selama ini mereka mendidik ikuti kemampuan anak-anak.