Politani Undana bagi Ilmu Pemanfaatan Feces Kepada Peternak di Kabupaten Kupang
Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Untuk memanfaatkan feces atau kotoran ternak sapi, maupun babi menjadi biogas, pihak Politani negeri Kupang, melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Oehau Desa Noelbaki Kupang pada 12 April 2017, lalu. Kegiatan pengabdian itu dilakukan oleh tim Dosen dan mahasiswa di bawah pimpinan, Redempta Wea, S.Pt., MP dan Andy Yumima Ninu, S.Pt, MSc.
Demikian dikatakan, Ketua Tim pengabdian, Redempta Wea, S.Pt, MP, kepada wartawan, di kampus politani Kupang, Rabu (12/7/2017)
Wea mengatakan, kegiatan yang ditujukan kepada peternak, dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan feces, ketimbang dibiarkan terbuang percuma pada lahan kosong. Selain itu kegiatan ini bisa mendatangkan peningkatan keuntungan secara ekonomis terhadap penggunaan lahan dengan ditanami berbagai macam tanaman sayuran maupun hijauan makanan ternak.
Baca juga : Perempuan Punya Peran Penting Menjaga Kemandirian Pangan
Wea mengaku, kegiatan tersebut diikuti oleh Peternak babi yang terhimpun di dalam kelompok Watu Kusa dibawah pimpinan ibu Aty Bete dan kelompok Het Fen di bawah pimpinan Ibu Emerensiana Maria Ona. Kedua kelompok peternak itu diajarkan beberapa metode kegiatan yakni penyuluhan tentang manajemen pemeliharaan ternak babi, pemanfaatan sludge atau limbah biogas sebagai pupuk padat dan cair, serta perhitungan ekonomis sederhana tentang manfaat kegiatan bagi peternak dan demplot tentang pemasangan instalasi biogas, disertai pencampuran feces dan air (1:1) untuk dialirkan ke dalam digester biogas, dan pemanfaatan gas yang terbentuk menjadi sumber bahan bakar kompor gas dengan melakukan penyalaan kompor, pembukaan lahan sebagai kebun contoh pemanfaatan sludge biogas sebagai pupuk, serta melakukan pendampingan pemanfaatan feces sebagai biogas secara kontinyu.
Ia mengaku, dalam kegiatan itu Masyarakat mengikuti penyuluhan dan melakukan demplot dengan sangat antusias dan berbagai pertanyaan yang diajukan seputar manajemen pemeliharaan.
Menurutnya, jika masyarakat mampu menyimak penyuluhan dan dapat menerapkannya secara baik, maka mereka menghasilkan keuntungan berupa pemanfaatan feces menjadi biogas, mengurangi dampak polusi tanah dan udara, meningkatkan pemanfaatan lahan dengan tanaman sayuran dan rumput, dan menghasilkan keuntungan yang nilainya bisa mencapai jutaan rupiah setiap bulannya.
“Asalkan mereka bisa menerapkan secara baik, maka bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya,” Kata Wea.

