DI ATAS KABEL SUTT, MEREKA BERTARUH NYALI DEMI TERANG DI PERBATASAN

Bagikan Artikel ini

Semangat Hari Buruh: Tim ULTG Kupang Tuntas Misi Pemeliharaan di Pulau Timor dengan Zero Accident
Kupang, NTTOnlinenow.com – Di balik stabilnya aliran listrik yang dinikmati masyarakat Pulau Timor, terdapat perjuangan senyap penuh risiko dari para garda terdepan kelistrikan. Semangat dedikasi inilah yang ditunjukkan oleh tim pemeliharaan jaringan transmisi PLN Unit Layanan Transmisi & Gardu Induk (ULTG) Kupang melalui misi maraton selama lima hari, 13-17 April 2026.

Menjelang peringatan Hari Buruh, tim menembus perjalanan panjang dari Kupang menuju Kefamenanu hingga Atambua. Misi ini krusial: memastikan tulang punggung sistem kelistrikan di wilayah perbatasan tetap kokoh dan andal.

Dipimpin oleh Yoga Aditya Rahman selaku Team Leader Pemeliharaan Jaringan Transmisi, bersama Team Leader K3L dan tiga personel pelaksana, tim ini berjibaku dengan medan sulit dan risiko bekerja di ketinggian ratusan kaki.

Rangkaian pekerjaan dimulai di Kefamenanu pada 13-16 April untuk menindaklanjuti temuan hotspot pada Tower 282 Fasa R Line 2. Tantangan berlanjut dengan perbaikan jumper yang melorot pada Tower 278 Line 1, serta Tower 238 di hari berikutnya.

Dalam aksi yang menguji nyali, para petugas harus merayap di atas kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) untuk mencapai titik perbaikan. Bekerja dalam posisi bergelantungan bukan sekadar butuh keberanian, melainkan keahlian teknis tingkat tinggi. Di atas kabel bertegangan tinggi, setiap gerakan harus presisi karena tidak ada ruang bagi kesalahan sekecil apa pun.
“Keselamatan adalah harga mati. Seluruh personel wajib memastikan Alat Pelindung Diri (APD) terpasang sempurna dan bekerja ketat sesuai SOP. Dengan prinsip K3, kami mengeliminasi potensi bahaya agar semua bisa pulang dengan selamat,” tegas Yoga.

Manager PLN ULTG Kupang, Patricko Valentino Radjah, menyatakan bahwa keberhasilan ini sebagai bukti dedikasi tim kami di lapangan dan merupakan wajah nyata dari pelayanan PLN kepada masyarakat.
“Kami bangga atas kerja keras tim pemeliharaan. Keberhasilan sejati bukan hanya saat pekerjaan selesai, tapi ketika seluruh personel kembali ke keluarga dalam keadaan selamat. Inilah budaya kerja produktif dengan Zero Accident yang terus kami jaga,” ujar Ricko.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa momentum Hari Buruh menjadi simbol pengabdian tanpa batas insan PLN.
“Apa yang dilakukan tim di atas kabel SUTT adalah bukti nyata bahwa Hari Buruh bagi kami adalah tentang pengabdian. Para pejuang kelistrikan ini bertaruh nyali demi memastikan saudara-saudara kita di perbatasan Atambua bisa menikmati listrik dengan tenang. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kesejahteraan melalui rasa aman bagi pekerja dan keandalan sistem bagi pelanggan,” ungkap Eko.

Stabilitas pasokan listrik ini dirasakan langsung oleh warga. Firmansyah, seorang videografer di Atambua, kini bisa bekerja lebih produktif berkat minimnya gangguan listrik.
“Terima kasih PLN, sekarang listrik sudah sangat jarang padam. Pekerjaan saya sangat bergantung pada listrik, terutama saat malam hari ketika proses editing. Sekarang semua lancar tanpa hambatan,” tutur Firmansyah.

Misi yang berakhir dengan inspeksi jaringan di Atambua pada 17 April ini menjadi kado indah menjelang Hari Buruh. Sebuah pengingat bahwa di setiap kWh listrik yang mengalir, ada keringat dan doa para pekerja yang menjaga terang tetap menyala hingga ke garda terdepan negeri.(*)