Lima Dusun di Desa Lutharato dan Sisi Fatuberal Perbatasan Belu Belum Nikmati Listrik
Laporan Yansen
Atambua, NTTOnlinenow.com – Lima dusun di Desa Lutharato dan Sisi Fatuberal, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL belum menikmati listrik hingga saat ini.
Adapun, lima dusun yang belum teraliri jaringan listrik diantaranya, dusun Foholulik, Haulata dan Tiris Oan Desa Lutharato. Selain itu, dusun Pomoku dan Ai Mutin Desa Sisi Fatuberal.
Menurut Kepala Desa Lutharato, Agustinus Bere, warga di tiga dusun yang terletak atau berada di jalur sabuk perbatasan merah putih hingga kini masih hidup dalam kegelapan atau belum menikmati penerangan listrik.
Akui dia, kondisi tiga dusun yang belum dialiri jaringan listrik PLN sejak pemekaran kampung. Seperti dusun Foholulik sampai dengan 80 tahun Indonesia merdeka tidak tersentuh penerangan listrik.
“Di dusun Foholulik terdapat 71 kepala keluarga, dusun Haulata 42 kepala keluarga dan Tiris Oan 46 kepala keluarga masih hidup dalam kegelapan,” ujar dia ketika dihubungi media, Selasa (10/2/2026).
Masih menurut Agustinus, petugas dari PLN dan Pemerintah Belu telah melakukan survei hingga pendataan tiga dusun yang belum dialiri listrik. Namun, hingga saat ini belum ada informasi jelas terkait tindak lanjut.
Diharapkan, ada perhatian dari Pemerintah dan PLN untuk segera merealisasikan pemasangan aliran listrik, karena warga tiga dusun yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste sangat mendambakan.
“Dengan masuknya jaringan listrik dapat meningkatkan kehidupan warga juga membantu pendidikan dan pertumbuhan ekonomi warga,” kata Agustinus.
Sementara itu, untuk Desa Sisi Fatuberal terdapat dua dusun Pomoku dan Ai Mutin berlokasi di jalur sabuk perbatasan yang belum menikmati penerangan listrik.

